Batch 3 — 10 iklan RJUT 20 detik, before-after wajib

Burik ala UGC · bicara pelan tapi padat · potongan keras di detik 10,0 · hook tuntas sebelum detik 3,0

Aturan yang dikunci di semua brief

Tampilan sengaja BURIK: butiran sensor, ketajaman tidak merata, warna sedikit meleset, jendela kelewat terang, fokus sempat mencari. Kalau hasilnya terlihat mahal dan bersih, berarti salah. Prompt panjang — jalankan lewat web UI, API Seedance batasnya 4.000 karakter.

Daftar 10 iklan — DULU vs SEKARANG

KodeSudutDULU → SEKARANGKatakpmHookPanjang
RJUT-B01BONGKAR ALASAN 'AKU NGGAK BISA'meja kosong, cuma hakpen dan benang yang belum disentuh → empat boneka rajut beruang berjajar rapi di meja yang sama38115.2610.233
RJUT-B02WAKTU KOSONG YANG DULU HILANGmeja makan kosong, cuma gelas kopi yang sudah dingin → meja yang sama penuh boneka rajut kelinci dan kantong kirim40121.2710.171
RJUT-B03DARI NUNGGU DIKASIH JADI PUNYA SENDIRImeja kosong, cuma dompet kecil yang ditutup → meja penuh boneka rajut siap kirim dalam kantong kertas38115.2710.055
RJUT-B04RAGAM HASIL DARI SATU KEAHLIANmeja kosong, cuma satu kantong benang yang belum dibuka → delapan boneka rajut berbeda bentuk berjajar di meja yang sama39118.2710.199
RJUT-B05BANTAH ANGGAPAN 'INI CUMA HOBI'meja kosong, cuma keranjang benang yang cuma jadi pajangan → boneka rajut berjajar rapi plus kantong kertas siap kirim38115.2710.122
RJUT-B06MALAM YANG DULU HABIS BUAT MIKIRmeja kamar kosong di bawah lampu, cuma segelas air → meja yang sama penuh boneka rajut kucing yang sudah jadi39118.2610.065
RJUT-B07DULU NAWARIN, SEKARANG DICARIteras kosong, cuma kursi dan pot tanaman → deretan boneka rajut dan kantong kirim di kursi panjang39118.2710.057
RJUT-B08SETAHUN CUMA NIATmeja kosong, cuma buku catatan tertutup → meja penuh boneka rajut buah dan kantong kirim39118.2710.071
RJUT-B09PANGGILAN LANGSUNG KE ORANGNYAmeja dapur kosong, cuma talenan dan lap → talenan yang sama jadi alas boneka rajut sayur yang sudah jadi39118.2710.043
RJUT-B10PEMBALIKAN — yang menertawakan ikut mengerjakanmeja kosong, cuma satu hakpen tergeletak sendirian → dua hakpen bersebelahan dan boneka rajut hasil kerja berdua40121.2710.084
BONGKAR ALASAN 'AKU NGGAK BISA'

RJUT-B01

Headline yang menempel di bingkai:
DULU NGGAK BISA / SEKARANG JALAN SENDIRI / mulai dari cara pegang hakpen
DULU (0-10 dtk): meja kosong, cuma hakpen dan benang yang belum disentuh
SEKARANG (10-20 dtk): empat boneka rajut beruang berjajar rapi di meja yang sama
Kenapa sudut ini: Penghalang terbesar bukan uang, tapi rasa tidak mampu. Diakui dulu di depan, baru diperlihatkan bahwa panduannya mulai dari nol.
  1. 0,2-3,0 dtkDulu aku nggak bisa pegang hakpen.
  2. 3,0-6,6 dtkTiga kali nyoba, tiga kali berhenti di tengah jalan.
  3. 6,6-10,0 dtkPanduan Mbak Dewi gambarnya urut, satu simpul satu gambar.
  4. 10,0-15,0 dtkIni semua hasil tanganku sendiri, jahitannya rapat.
  5. 15,0-20,0 dtkAmigura Knit. Klik link di bawah sekarang.

38 kata · 115.2 kata/menit · hook 6 kata · prompt 10.233 karakter

Bikin satu video iklan tegak 9:16 (1080x1920) berdurasi tepat 20 detik yang terlihat seperti REKAMAN PONSEL SEADANYA yang direkam sendiri di rumah. Video ini punya DUA BAGIAN yang dipisah SATU potongan keras tepat di detik 10,0 — selain potongan itu tidak ada potongan lain sama sekali.

BAGIAN PERTAMA (detik 0,0 sampai 10,0) = DULU. BAGIAN KEDUA (detik 10,0 sampai 20,0) = SEKARANG. Orangnya, ruangannya, dan pakaiannya SAMA PERSIS di dua bagian — yang berubah hanya keadaan mejanya dan sikap badannya. Perbedaan dua bagian itu harus kelihatan dalam sekali lihat walaupun suaranya dimatikan.

TAMPILAN AGAK BURIK (ini disengaja, jangan diperbaiki) — hasilnya harus terlihat seperti video yang dikirim lewat aplikasi pesan: butiran sensor terlihat, ketajaman tidak merata, warna sedikit meleset ke kuning atau kebiruan, bagian jendela agak kelewat terang, fokus sempat mencari sebentar di awal lalu pas lagi, dan kamera bergoyang halus karena dipegang tangan. DILARANG terlihat seperti iklan studio, DILARANG bersih sempurna, DILARANG ada penghalusan wajah. Kalau hasilnya terlihat mahal dan rapi, berarti salah.

KUNCI TOKOH — perempuan Indonesia sekitar 27 tahun, wajahnya manis dan enak dilihat, tulang pipi jelas, rambut hitam panjang diikat rendah, wajahnya bersih alami tanpa riasan. Wajahnya memang enak dilihat dan menarik, tapi tampil apa adanya: tanpa riasan tebal, tanpa saringan kecantikan, tanpa penghalusan pori maupun pemutihan. Rambutnya rapi seadanya seperti orang di rumah. Wajah, rambut, bentuk badan, dan tangannya SAMA PERSIS di bagian pertama maupun bagian kedua.

KUNCI PAKAIAN — kaus rumahan warna biru dongker polos berlengan pendek. Pakaian ini sama persis di dua bagian, tidak berubah warnanya maupun lipatannya.

KUNCI LATAR — ruang tamu rumah biasa: sofa kain abu-abu, dinding cat putih dengan bekas paku, tumpukan bantal kecil di sudut, sore hari dengan cahaya jendela dari kiri. Ruangannya sama persis di dua bagian, diambil dari sudut yang sama, cahayanya sama. Tidak ada orang lain maupun hewan yang lewat kapan pun.

MEJA BAGIAN DULU — di atas meja kayu kecil cuma ada satu hakpen kayu dan dua gulung benang cokelat muda yang masih utuh belum terpakai. Ini yang terlihat di bagian pertama, dan HANYA ini: tidak boleh ada satu pun hasil rajutan jadi yang terlihat di bagian pertama.

MEJA BAGIAN SEKARANG — di atas meja yang sama sekarang berjajar empat boneka rajut beruang kecil yang sudah jadi rapi, plus hakpen dan benang yang sudah tinggal separuh. Ini yang terlihat di bagian kedua, muncul sekaligus tepat sesudah potongan di detik 10,0. Semua boneka rajut ini sudah jadi, rapi, dan jahitannya rapat.

TULISAN LABEL DI LAYAR — di bagian pertama ada satu kata tebal huruf besar "DULU" di pojok kiri atas layar, muncul sejak detik 0,0 dan hilang tepat di detik 10,0. Di bagian kedua ada satu kata tebal huruf besar "SEKARANG" di pojok kiri atas, muncul tepat di detik 10,0 dan bertahan sampai bingkai terakhir. Warnanya putih dengan garis tepi hitam tipis, ukurannya sedang, dan tidak pernah bertabrakan dengan tulisan lain.

ATURAN HEADLINE — tulisan headline yang menempel di bingkai tetap diam SEPANJANG SELURUH 20 DETIK, melewati potongan di detik 10,0 tanpa berubah sedikit pun: tidak memudar, tidak berpindah, tidak berganti ukuran, warna, maupun ejaan, dan masih terbaca utuh di bingkai terakhir. Huruf tebal rapat semuanya huruf besar, warna putih dengan bayangan gelap tipis, diletakkan di sepertiga atas tapi tidak menempel ke tepi atas. Bunyinya persis tiga baris ini: "DULU NGGAK BISA" lalu "SEKARANG JALAN SENDIRI" lalu baris ketiga huruf kecil miring "mulai dari cara pegang hakpen".

TULISAN UCAPAN DI LAYAR — setiap kalimat yang dia ucapkan WAJIB ikut muncul sebagai tulisan di sepertiga bawah layar, muncul tepat saat kalimat itu mulai diucapkan dan hilang begitu kalimat itu selesai, satu kalimat satu tampilan, paling banyak dua baris, rata tengah, tidak menempel ke tepi bawah. Huruf tebal putih dengan garis tepi hitam tipis, letaknya jauh di bawah headline sehingga tidak pernah bertabrakan. Ejaannya wajib PERSIS huruf demi huruf seperti daftar ini, tanpa menambah, mengurangi, atau mengubah satu huruf pun, dan tanpa diterjemahkan:
detik 0,2 sampai 3,0 tertulis: "Dulu aku nggak bisa pegang hakpen."
detik 3,0 sampai 6,6 tertulis: "Tiga kali nyoba, tiga kali berhenti di tengah jalan."
detik 6,6 sampai 10,0 tertulis: "Panduan Mbak Dewi gambarnya urut, satu simpul satu gambar."
detik 10,0 sampai 15,0 tertulis: "Ini semua hasil tanganku sendiri, jahitannya rapat."
detik 15,0 sampai 20,0 tertulis: "Amigura Knit. Klik link di bawah sekarang."
Selain headline, label DULU dan SEKARANG, serta tulisan ucapan di bawah, tidak ada tulisan lain apa pun di layar, dan tidak ada angka maupun tanda mata uang.

CARA BICARA — dia bicara PELAN dan tenang, seperti orang bercerita ke satu teman, bukan pembawa acara dan bukan orang yang buru-buru. Sekitar 120 sampai 135 kata per menit. Justru karena pelan, tiap kata harus terdengar jelas dan tiap kalimat harus padat — tidak ada kata basa-basi, tidak ada "eee", tidak ada sapaan. Boleh ada jeda pendek sekali di antara kalimat, dan jeda itu diisi gerakan tangannya, bukan hening yang kosong.

HOOK TIGA DETIK — kalimat pertama sudah selesai diucapkan sebelum detik 3,0, dan kalimat itu harus menampar: pengakuan pendek yang jujur soal keadaan dirinya dulu. Klip juga sudah bergerak sejak detik nol, bukan pose diam menunggu aba-aba.

AKSI BERWAKTU DAN DIALOG:
detik 0,0 sampai 0,2: klip dibuka SUDAH BERGERAK. Dia sedang mengangkat kedua tangannya ke depan lensa dan menggoyangkan jarinya seolah menunjukkan tangan yang kaku. Kamera diam setinggi mata, cuma bergoyang halus di tangan.
detik 0,2 sampai 3,0 (HOOK, bagian DULU): Dia menurunkan tangan itu ke meja lalu menepuk punggung tangannya sendiri sekali. Sambil itu dia berkata pelan dan jelas, persis: "Dulu aku nggak bisa pegang hakpen." Kalimat ini wajib tuntas sebelum detik 3,0. Alisnya naik, senyum kecil yang mengakui kekurangannya sendiri. Kamera maju pelan sedikit sampai ketukan habis.
detik 3,0 sampai 6,6 (bagian DULU): Dia mengangkat hakpen yang masih belum tersentuh itu, memutarnya sekali, lalu menaruhnya kembali. Lalu dia berkata persis: "Tiga kali nyoba, tiga kali berhenti di tengah jalan." Bibirnya mengerucut sebentar, bahunya turun. Kamera turun ke tangannya sampai jari dan benangnya memenuhi bawah bingkai.
detik 6,6 sampai 10,0 (bagian DULU, mulai menyebut jalan keluarnya): Dia menunjuk ke arah lensa sekali lalu menggerakkan jarinya seolah mengikuti gambar di atas meja. Lalu dia berkata persis: "Panduan Mbak Dewi gambarnya urut, satu simpul satu gambar." Tatapannya jadi tenang dan yakin. Kamera bergeser pelan ke samping, memperlihatkan sisi lain meja.
tepat di detik 10,0: SATU POTONGAN KERAS. Gambar berganti seketika ke bagian SEKARANG di ruangan dan sudut yang sama, tanpa gerak peralihan, tanpa pudar, tanpa putih menyilaukan.
detik 10,0 sampai 15,0 (bagian SEKARANG): Dia menggeser empat boneka beruang rajut itu ke depan supaya berjajar rapi di hadapan lensa. Lalu dia berkata persis: "Ini semua hasil tanganku sendiri, jahitannya rapat." Matanya melebar sedikit, bangga tapi ditahan. Kamera mundur sejengkal sampai mejanya ikut kelihatan penuh.
detik 15,0 sampai 20,0 (bagian SEKARANG, ajakan): Dia mengangkat satu boneka ke depan bahunya dan menahannya di situ. Dia menunjuk ke BAWAH bingkai dua kali lalu ke arah lensa, seolah menunjuk tautan di bawah video, lalu berkata persis: "Amigura Knit. Klik link di bawah sekarang." Senyum lepas yang hangat, ditahan sampai bingkai terakhir. Pose menunjuk itu ditahan sampai bingkai terakhir. Kamera maju menutup ke wajahnya lalu diam sampai bingkai terakhir.

PENGAMBILAN GAMBAR DAN ZONA AMAN — tegak 9:16 penuh, kamera setinggi mata, bingkai separuh badan atas sampai mejanya ikut kelihatan. Semua yang penting berada di bagian tengah bingkai, tidak menempel ke tepi kiri maupun kanan, supaya potongan 4:5 untuk feed tetap utuh. Bagian 14 persen paling atas dan 20 persen paling bawah dibiarkan lapang dari benda penting.

SUARA — suara perempuan Indonesia sekitar dua puluh tujuh tahun, sedang, lembut, tenang, bicaranya pelan dan jelas. Direkam dekat memakai mikrofon ponsel: jernih tapi kering, ada sedikit ruangan terdengar, tanpa gema tambahan dan tanpa poles siaran. Penekanan jatuh di kata nggak bisa, berhenti di tengah, dan jalan sendiri. Ada tarikan napas kecil sebelum kalimat pertama.

MUSIK — ada tapi TIPIS sekali dan selalu jauh di bawah suaranya, tidak pernah putus dari detik 0,0 sampai 20,0, dan tidak terputus di potongan detik 10,0. Satu petikan lembut berulang yang sangat pelan di belakang suaranya, tidak berubah walau ada potongan di tengah. Instrumental tanpa kata. Kalau musiknya menutupi satu suku kata pun, berarti terlalu keras.

SUASANA — gesekan benang wol, derit sofa pelan, dan suara sore dari luar rumah yang samar. Biarkan bunyi-bunyi ini terdengar apa adanya, jangan dibersihkan.

BENDA YANG DILARANG — sepanjang klip tidak ada satu pun benda berlayar: tidak ada telepon genggam, tablet, komputer, maupun layar apa pun yang terlihat, dipegang, disentuh, dilihat, atau menyala. Tidak ada uang kertas, koin, nota, maupun angka. Tidak ada mesin jahit di dalam maupun di tepi bingkai. Tidak ada tulisan bergaya emas melengkung di benda apa pun. Semua permukaan benda polos: tanpa tulisan, tanpa tempelan, tanpa gambar cetakan.

PAGAR — tidak ada harga, angka, tanda mata uang, potongan harga, janji penghasilan, maupun klaim berlebihan yang disebutkan atau ditampilkan.

JANGAN — hanya ada SATU potongan yaitu di detik 10,0, tidak boleh ada potongan lain; orang, ruangan, sudut kamera, dan pakaiannya sama persis di dua bagian; tidak ada hasil rajutan jadi yang terlihat di bagian pertama; wajahnya tanpa penghalusan dan tanpa riasan tebal; gambarnya tetap agak burik dan tidak boleh dibikin bersih seperti iklan; label DULU dan SEKARANG berganti tepat di detik 10,0; headline terbaca utuh dari bingkai pertama sampai terakhir; tulisan ucapan dieja persis seperti daftarnya; kalimat pertama tuntas sebelum detik 3,0; bicaranya tetap pelan dan jelas, tidak dipercepat; kedua tangannya selalu di dalam bingkai; klipnya tetap adegan hidup sampai bingkai terakhir.
WAKTU KOSONG YANG DULU HILANG

RJUT-B02

Headline yang menempel di bingkai:
JAM YANG DULU HILANG / SEKARANG JADI HASIL / dikerjain pas rumah sepi
DULU (0-10 dtk): meja makan kosong, cuma gelas kopi yang sudah dingin
SEKARANG (10-20 dtk): meja yang sama penuh boneka rajut kelinci dan kantong kirim
Kenapa sudut ini: Penonton merasa tidak punya waktu. Yang diperlihatkan bukan waktu tambahan, tapi waktu yang selama ini memang sudah terbuang.
  1. 0,2-3,0 dtkTiga jam tiap pagi dulu cuma bengong.
  2. 3,0-6,6 dtkRumah sepi, kerjaan beres, dan waktunya nggak balik lagi.
  3. 6,6-10,0 dtkAku isi jam itu ikut panduan bergambar Mbak Dewi.
  4. 10,0-15,0 dtkSekarang jam yang sama jadi hasil tanganku sendiri.
  5. 15,0-20,0 dtkAmigura Knit. Klik link di bawah ya.

40 kata · 121.2 kata/menit · hook 7 kata · prompt 10.171 karakter

Bikin satu video iklan tegak 9:16 (1080x1920) berdurasi tepat 20 detik yang terlihat seperti REKAMAN PONSEL SEADANYA yang direkam sendiri di rumah. Video ini punya DUA BAGIAN yang dipisah SATU potongan keras tepat di detik 10,0 — selain potongan itu tidak ada potongan lain sama sekali.

BAGIAN PERTAMA (detik 0,0 sampai 10,0) = DULU. BAGIAN KEDUA (detik 10,0 sampai 20,0) = SEKARANG. Orangnya, ruangannya, dan pakaiannya SAMA PERSIS di dua bagian — yang berubah hanya keadaan mejanya dan sikap badannya. Perbedaan dua bagian itu harus kelihatan dalam sekali lihat walaupun suaranya dimatikan.

TAMPILAN AGAK BURIK (ini disengaja, jangan diperbaiki) — hasilnya harus terlihat seperti video yang dikirim lewat aplikasi pesan: butiran sensor terlihat, ketajaman tidak merata, warna sedikit meleset ke kuning atau kebiruan, bagian jendela agak kelewat terang, fokus sempat mencari sebentar di awal lalu pas lagi, dan kamera bergoyang halus karena dipegang tangan. DILARANG terlihat seperti iklan studio, DILARANG bersih sempurna, DILARANG ada penghalusan wajah. Kalau hasilnya terlihat mahal dan rapi, berarti salah.

KUNCI TOKOH — perempuan Indonesia sekitar 31 tahun, wajahnya cantik alami dengan mata teduh, berjilbab segi empat warna dusty pink dipakai rapi, tanpa riasan tebal. Wajahnya memang enak dilihat dan menarik, tapi tampil apa adanya: tanpa riasan tebal, tanpa saringan kecantikan, tanpa penghalusan pori maupun pemutihan. Rambutnya rapi seadanya seperti orang di rumah. Wajah, rambut, bentuk badan, dan tangannya SAMA PERSIS di bagian pertama maupun bagian kedua.

KUNCI PAKAIAN — tunik katun krem polos dengan jilbab segi empat dusty pink. Pakaian ini sama persis di dua bagian, tidak berubah warnanya maupun lipatannya.

KUNCI LATAR — meja makan kayu dengan taplak putih polos, kursi kayu kosong di seberangnya, dinding cat hijau muda, jendela depan dengan tirai tipis, pagi hari. Ruangannya sama persis di dua bagian, diambil dari sudut yang sama, cahayanya sama. Tidak ada orang lain maupun hewan yang lewat kapan pun.

MEJA BAGIAN DULU — di atas meja cuma ada satu gelas kopi yang sudah dingin dan satu lap kain polos, tidak ada benang maupun hasil rajutan sama sekali. Ini yang terlihat di bagian pertama, dan HANYA ini: tidak boleh ada satu pun hasil rajutan jadi yang terlihat di bagian pertama.

MEJA BAGIAN SEKARANG — di atas meja yang sama sekarang ada lima boneka rajut kelinci kecil yang sudah jadi rapi, dua gulung benang, dan satu kantong kertas polos siap kirim. Ini yang terlihat di bagian kedua, muncul sekaligus tepat sesudah potongan di detik 10,0. Semua boneka rajut ini sudah jadi, rapi, dan jahitannya rapat.

TULISAN LABEL DI LAYAR — di bagian pertama ada satu kata tebal huruf besar "DULU" di pojok kiri atas layar, muncul sejak detik 0,0 dan hilang tepat di detik 10,0. Di bagian kedua ada satu kata tebal huruf besar "SEKARANG" di pojok kiri atas, muncul tepat di detik 10,0 dan bertahan sampai bingkai terakhir. Warnanya putih dengan garis tepi hitam tipis, ukurannya sedang, dan tidak pernah bertabrakan dengan tulisan lain.

ATURAN HEADLINE — tulisan headline yang menempel di bingkai tetap diam SEPANJANG SELURUH 20 DETIK, melewati potongan di detik 10,0 tanpa berubah sedikit pun: tidak memudar, tidak berpindah, tidak berganti ukuran, warna, maupun ejaan, dan masih terbaca utuh di bingkai terakhir. Huruf tebal rapat semuanya huruf besar, warna putih dengan bayangan gelap tipis, diletakkan di sepertiga atas tapi tidak menempel ke tepi atas. Bunyinya persis tiga baris ini: "JAM YANG DULU HILANG" lalu "SEKARANG JADI HASIL" lalu baris ketiga huruf kecil miring "dikerjain pas rumah sepi".

TULISAN UCAPAN DI LAYAR — setiap kalimat yang dia ucapkan WAJIB ikut muncul sebagai tulisan di sepertiga bawah layar, muncul tepat saat kalimat itu mulai diucapkan dan hilang begitu kalimat itu selesai, satu kalimat satu tampilan, paling banyak dua baris, rata tengah, tidak menempel ke tepi bawah. Huruf tebal putih dengan garis tepi hitam tipis, letaknya jauh di bawah headline sehingga tidak pernah bertabrakan. Ejaannya wajib PERSIS huruf demi huruf seperti daftar ini, tanpa menambah, mengurangi, atau mengubah satu huruf pun, dan tanpa diterjemahkan:
detik 0,2 sampai 3,0 tertulis: "Tiga jam tiap pagi dulu cuma bengong."
detik 3,0 sampai 6,6 tertulis: "Rumah sepi, kerjaan beres, dan waktunya nggak balik lagi."
detik 6,6 sampai 10,0 tertulis: "Aku isi jam itu ikut panduan bergambar Mbak Dewi."
detik 10,0 sampai 15,0 tertulis: "Sekarang jam yang sama jadi hasil tanganku sendiri."
detik 15,0 sampai 20,0 tertulis: "Amigura Knit. Klik link di bawah ya."
Selain headline, label DULU dan SEKARANG, serta tulisan ucapan di bawah, tidak ada tulisan lain apa pun di layar, dan tidak ada angka maupun tanda mata uang.

CARA BICARA — dia bicara PELAN dan tenang, seperti orang bercerita ke satu teman, bukan pembawa acara dan bukan orang yang buru-buru. Sekitar 120 sampai 135 kata per menit. Justru karena pelan, tiap kata harus terdengar jelas dan tiap kalimat harus padat — tidak ada kata basa-basi, tidak ada "eee", tidak ada sapaan. Boleh ada jeda pendek sekali di antara kalimat, dan jeda itu diisi gerakan tangannya, bukan hening yang kosong.

HOOK TIGA DETIK — kalimat pertama sudah selesai diucapkan sebelum detik 3,0, dan kalimat itu harus menampar: pengakuan pendek yang jujur soal keadaan dirinya dulu. Klip juga sudah bergerak sejak detik nol, bukan pose diam menunggu aba-aba.

AKSI BERWAKTU DAN DIALOG:
detik 0,0 sampai 0,2: klip dibuka SUDAH BERGERAK. Dia sedang mendorong gelas kopi dingin itu menjauh dengan ujung jari, tangannya sudah bergerak. Kamera diam setinggi mata, cuma bergoyang halus di tangan.
detik 0,2 sampai 3,0 (HOOK, bagian DULU): Dia menyandarkan pipinya sebentar ke telapak tangan lalu menegakkan kepalanya lagi. Sambil itu dia berkata pelan dan jelas, persis: "Tiga jam tiap pagi dulu cuma bengong." Kalimat ini wajib tuntas sebelum detik 3,0. Pandangannya menyapu ruangan sekali, tatapannya kosong sebentar. Kamera maju pelan sedikit sampai ketukan habis.
detik 3,0 sampai 6,6 (bagian DULU): Dia menunjuk kursi kosong di seberang meja lalu melingkarkan tangan ke ruangan yang sepi. Lalu dia berkata persis: "Rumah sepi, kerjaan beres, dan waktunya nggak balik lagi." Napasnya keluar panjang, bahunya turun. Kamera mundur sejengkal sampai mejanya ikut kelihatan penuh.
detik 6,6 sampai 10,0 (bagian DULU, mulai menyebut jalan keluarnya): Dia menggerakkan dua jarinya di atas meja seperti mengikuti langkah demi langkah. Lalu dia berkata persis: "Aku isi jam itu ikut panduan bergambar Mbak Dewi." Matanya hidup lagi, alisnya naik sedikit. Kamera turun ke tangannya sampai jari dan benangnya memenuhi bawah bingkai.
tepat di detik 10,0: SATU POTONGAN KERAS. Gambar berganti seketika ke bagian SEKARANG di ruangan dan sudut yang sama, tanpa gerak peralihan, tanpa pudar, tanpa putih menyilaukan.
detik 10,0 sampai 15,0 (bagian SEKARANG): Dia menata lima boneka kelinci rajut itu berjajar lalu merapikan telinganya satu per satu. Lalu dia berkata persis: "Sekarang jam yang sama jadi hasil tanganku sendiri." Sudut bibirnya naik, tenang dan puas. Kamera bergeser pelan ke samping, memperlihatkan sisi lain meja.
detik 15,0 sampai 20,0 (bagian SEKARANG, ajakan): Dia memasukkan dua boneka ke kantong kertas polos siap kirim lalu melipat ujungnya. Dia menunjuk ke BAWAH bingkai dua kali lalu ke arah lensa, seolah menunjuk tautan di bawah video, lalu berkata persis: "Amigura Knit. Klik link di bawah ya." Senyum kecil yang tulus, ditahan sampai bingkai terakhir. Pose menunjuk itu ditahan sampai bingkai terakhir. Kamera maju menutup ke wajahnya lalu diam sampai bingkai terakhir.

PENGAMBILAN GAMBAR DAN ZONA AMAN — tegak 9:16 penuh, kamera setinggi mata, bingkai separuh badan atas sampai mejanya ikut kelihatan. Semua yang penting berada di bagian tengah bingkai, tidak menempel ke tepi kiri maupun kanan, supaya potongan 4:5 untuk feed tetap utuh. Bagian 14 persen paling atas dan 20 persen paling bawah dibiarkan lapang dari benda penting.

SUARA — suara perempuan Indonesia sekitar tiga puluh satu tahun, tenang, hangat, pelan dan jelas seperti bercerita ke teman dekat. Direkam dekat memakai mikrofon ponsel: jernih tapi kering, ada sedikit ruangan terdengar, tanpa gema tambahan dan tanpa poles siaran. Penekanan jatuh di kata cuma bengong, nggak balik lagi, dan hasil tanganku. Ada tarikan napas kecil sebelum kalimat pertama.

MUSIK — ada tapi TIPIS sekali dan selalu jauh di bawah suaranya, tidak pernah putus dari detik 0,0 sampai 20,0, dan tidak terputus di potongan detik 10,0. Denyut rendah tunggal yang sangat pelan dan tetap, tidak terputus di potongan tengah. Instrumental tanpa kata. Kalau musiknya menutupi satu suku kata pun, berarti terlalu keras.

SUASANA — denting gelas sekali, gesekan benang, dan suara jalanan yang jauh dan samar. Biarkan bunyi-bunyi ini terdengar apa adanya, jangan dibersihkan.

BENDA YANG DILARANG — sepanjang klip tidak ada satu pun benda berlayar: tidak ada telepon genggam, tablet, komputer, maupun layar apa pun yang terlihat, dipegang, disentuh, dilihat, atau menyala. Tidak ada uang kertas, koin, nota, maupun angka. Tidak ada mesin jahit di dalam maupun di tepi bingkai. Tidak ada tulisan bergaya emas melengkung di benda apa pun. Semua permukaan benda polos: tanpa tulisan, tanpa tempelan, tanpa gambar cetakan.

PAGAR — tidak ada harga, angka, tanda mata uang, potongan harga, janji penghasilan, maupun klaim berlebihan yang disebutkan atau ditampilkan.

JANGAN — hanya ada SATU potongan yaitu di detik 10,0, tidak boleh ada potongan lain; orang, ruangan, sudut kamera, dan pakaiannya sama persis di dua bagian; tidak ada hasil rajutan jadi yang terlihat di bagian pertama; wajahnya tanpa penghalusan dan tanpa riasan tebal; gambarnya tetap agak burik dan tidak boleh dibikin bersih seperti iklan; label DULU dan SEKARANG berganti tepat di detik 10,0; headline terbaca utuh dari bingkai pertama sampai terakhir; tulisan ucapan dieja persis seperti daftarnya; kalimat pertama tuntas sebelum detik 3,0; bicaranya tetap pelan dan jelas, tidak dipercepat; kedua tangannya selalu di dalam bingkai; klipnya tetap adegan hidup sampai bingkai terakhir.
DARI NUNGGU DIKASIH JADI PUNYA SENDIRI

RJUT-B03

Headline yang menempel di bingkai:
DULU NUNGGU DIKASIH / SEKARANG PUNYA SENDIRI / dari benang di meja rumah
DULU (0-10 dtk): meja kosong, cuma dompet kecil yang ditutup
SEKARANG (10-20 dtk): meja penuh boneka rajut siap kirim dalam kantong kertas
Kenapa sudut ini: Yang paling perih bukan kekurangan uang, tapi harus meminta. Perpindahan dari meminta ke punya sendiri itu yang dijual.
  1. 0,2-3,0 dtkDulu tiap butuh, aku harus minta dulu.
  2. 3,0-6,6 dtkBukan soal ditolak, tapi rasanya nggak enak hati.
  3. 6,6-10,0 dtkAku belajar dari panduan Mbak Dewi, semuanya bergambar.
  4. 10,0-15,0 dtkSekarang yang di meja ini hasilku, bukan pemberian.
  5. 15,0-20,0 dtkAmigura Knit. Klik link di bawah sekarang.

38 kata · 115.2 kata/menit · hook 7 kata · prompt 10.055 karakter

Bikin satu video iklan tegak 9:16 (1080x1920) berdurasi tepat 20 detik yang terlihat seperti REKAMAN PONSEL SEADANYA yang direkam sendiri di rumah. Video ini punya DUA BAGIAN yang dipisah SATU potongan keras tepat di detik 10,0 — selain potongan itu tidak ada potongan lain sama sekali.

BAGIAN PERTAMA (detik 0,0 sampai 10,0) = DULU. BAGIAN KEDUA (detik 10,0 sampai 20,0) = SEKARANG. Orangnya, ruangannya, dan pakaiannya SAMA PERSIS di dua bagian — yang berubah hanya keadaan mejanya dan sikap badannya. Perbedaan dua bagian itu harus kelihatan dalam sekali lihat walaupun suaranya dimatikan.

TAMPILAN AGAK BURIK (ini disengaja, jangan diperbaiki) — hasilnya harus terlihat seperti video yang dikirim lewat aplikasi pesan: butiran sensor terlihat, ketajaman tidak merata, warna sedikit meleset ke kuning atau kebiruan, bagian jendela agak kelewat terang, fokus sempat mencari sebentar di awal lalu pas lagi, dan kamera bergoyang halus karena dipegang tangan. DILARANG terlihat seperti iklan studio, DILARANG bersih sempurna, DILARANG ada penghalusan wajah. Kalau hasilnya terlihat mahal dan rapi, berarti salah.

KUNCI TOKOH — perempuan Indonesia sekitar 34 tahun, wajahnya ayu dan enak dilihat, rambut hitam sebahu diikat setengah, tanpa riasan, tatapannya tenang. Wajahnya memang enak dilihat dan menarik, tapi tampil apa adanya: tanpa riasan tebal, tanpa saringan kecantikan, tanpa penghalusan pori maupun pemutihan. Rambutnya rapi seadanya seperti orang di rumah. Wajah, rambut, bentuk badan, dan tangannya SAMA PERSIS di bagian pertama maupun bagian kedua.

KUNCI PAKAIAN — kaus rumahan warna hijau tua polos berlengan pendek. Pakaian ini sama persis di dua bagian, tidak berubah warnanya maupun lipatannya.

KUNCI LATAR — meja kecil di ruang tamu: taplak plastik polos, kursi kayu, dinding cat biru muda, siang hari dengan cahaya jendela dari kanan. Ruangannya sama persis di dua bagian, diambil dari sudut yang sama, cahayanya sama. Tidak ada orang lain maupun hewan yang lewat kapan pun.

MEJA BAGIAN DULU — di atas meja cuma ada satu dompet kecil cokelat polos yang tertutup dan satu kunci rumah, tidak ada benang maupun hasil rajutan. Ini yang terlihat di bagian pertama, dan HANYA ini: tidak boleh ada satu pun hasil rajutan jadi yang terlihat di bagian pertama.

MEJA BAGIAN SEKARANG — di atas meja yang sama sekarang ada enam boneka rajut kecil yang sudah jadi rapi dan tiga kantong kertas polos siap kirim yang sudah terlipat rapi. Ini yang terlihat di bagian kedua, muncul sekaligus tepat sesudah potongan di detik 10,0. Semua boneka rajut ini sudah jadi, rapi, dan jahitannya rapat.

TULISAN LABEL DI LAYAR — di bagian pertama ada satu kata tebal huruf besar "DULU" di pojok kiri atas layar, muncul sejak detik 0,0 dan hilang tepat di detik 10,0. Di bagian kedua ada satu kata tebal huruf besar "SEKARANG" di pojok kiri atas, muncul tepat di detik 10,0 dan bertahan sampai bingkai terakhir. Warnanya putih dengan garis tepi hitam tipis, ukurannya sedang, dan tidak pernah bertabrakan dengan tulisan lain.

ATURAN HEADLINE — tulisan headline yang menempel di bingkai tetap diam SEPANJANG SELURUH 20 DETIK, melewati potongan di detik 10,0 tanpa berubah sedikit pun: tidak memudar, tidak berpindah, tidak berganti ukuran, warna, maupun ejaan, dan masih terbaca utuh di bingkai terakhir. Huruf tebal rapat semuanya huruf besar, warna putih dengan bayangan gelap tipis, diletakkan di sepertiga atas tapi tidak menempel ke tepi atas. Bunyinya persis tiga baris ini: "DULU NUNGGU DIKASIH" lalu "SEKARANG PUNYA SENDIRI" lalu baris ketiga huruf kecil miring "dari benang di meja rumah".

TULISAN UCAPAN DI LAYAR — setiap kalimat yang dia ucapkan WAJIB ikut muncul sebagai tulisan di sepertiga bawah layar, muncul tepat saat kalimat itu mulai diucapkan dan hilang begitu kalimat itu selesai, satu kalimat satu tampilan, paling banyak dua baris, rata tengah, tidak menempel ke tepi bawah. Huruf tebal putih dengan garis tepi hitam tipis, letaknya jauh di bawah headline sehingga tidak pernah bertabrakan. Ejaannya wajib PERSIS huruf demi huruf seperti daftar ini, tanpa menambah, mengurangi, atau mengubah satu huruf pun, dan tanpa diterjemahkan:
detik 0,2 sampai 3,0 tertulis: "Dulu tiap butuh, aku harus minta dulu."
detik 3,0 sampai 6,6 tertulis: "Bukan soal ditolak, tapi rasanya nggak enak hati."
detik 6,6 sampai 10,0 tertulis: "Aku belajar dari panduan Mbak Dewi, semuanya bergambar."
detik 10,0 sampai 15,0 tertulis: "Sekarang yang di meja ini hasilku, bukan pemberian."
detik 15,0 sampai 20,0 tertulis: "Amigura Knit. Klik link di bawah sekarang."
Selain headline, label DULU dan SEKARANG, serta tulisan ucapan di bawah, tidak ada tulisan lain apa pun di layar, dan tidak ada angka maupun tanda mata uang.

CARA BICARA — dia bicara PELAN dan tenang, seperti orang bercerita ke satu teman, bukan pembawa acara dan bukan orang yang buru-buru. Sekitar 120 sampai 135 kata per menit. Justru karena pelan, tiap kata harus terdengar jelas dan tiap kalimat harus padat — tidak ada kata basa-basi, tidak ada "eee", tidak ada sapaan. Boleh ada jeda pendek sekali di antara kalimat, dan jeda itu diisi gerakan tangannya, bukan hening yang kosong.

HOOK TIGA DETIK — kalimat pertama sudah selesai diucapkan sebelum detik 3,0, dan kalimat itu harus menampar: pengakuan pendek yang jujur soal keadaan dirinya dulu. Klip juga sudah bergerak sejak detik nol, bukan pose diam menunggu aba-aba.

AKSI BERWAKTU DAN DIALOG:
detik 0,0 sampai 0,2: klip dibuka SUDAH BERGERAK. Dia sedang menutup dompet kecil itu dengan dua tangan lalu menaruhnya menghadap ke bawah. Kamera diam setinggi mata, cuma bergoyang halus di tangan.
detik 0,2 sampai 3,0 (HOOK, bagian DULU): Dia mendorong dompet tertutup itu sedikit menjauh lalu menarik tangannya kembali. Sambil itu dia berkata pelan dan jelas, persis: "Dulu tiap butuh, aku harus minta dulu." Kalimat ini wajib tuntas sebelum detik 3,0. Rahangnya mengeras sebentar, matanya turun ke dompet. Kamera maju pelan sedikit sampai ketukan habis.
detik 3,0 sampai 6,6 (bagian DULU): Dia mengetuk meja pelan dua kali dengan buku jari lalu berhenti. Lalu dia berkata persis: "Bukan soal ditolak, tapi rasanya nggak enak hati." Bibirnya menipis, dia menelan ludah sekali. Kamera bergeser pelan ke samping, memperlihatkan sisi lain meja.
detik 6,6 sampai 10,0 (bagian DULU, mulai menyebut jalan keluarnya): Dia menggerakkan jarinya di udara seperti membuat simpul, pelan dan jelas. Lalu dia berkata persis: "Aku belajar dari panduan Mbak Dewi, semuanya bergambar." Tatapannya naik ke lensa, mulai yakin. Kamera turun ke tangannya sampai jari dan benangnya memenuhi bawah bingkai.
tepat di detik 10,0: SATU POTONGAN KERAS. Gambar berganti seketika ke bagian SEKARANG di ruangan dan sudut yang sama, tanpa gerak peralihan, tanpa pudar, tanpa putih menyilaukan.
detik 10,0 sampai 15,0 (bagian SEKARANG): Dia menggeser enam boneka rajut itu ke tengah meja lalu meluruskan barisannya. Lalu dia berkata persis: "Sekarang yang di meja ini hasilku, bukan pemberian." Sudut matanya melembut, bangga yang ditahan. Kamera mundur sejengkal sampai mejanya ikut kelihatan penuh.
detik 15,0 sampai 20,0 (bagian SEKARANG, ajakan): Dia memasukkan boneka-boneka itu ke kantong kertas polos lalu menepuk kantongnya sekali. Dia menunjuk ke BAWAH bingkai dua kali lalu ke arah lensa, seolah menunjuk tautan di bawah video, lalu berkata persis: "Amigura Knit. Klik link di bawah sekarang." Senyum tenang yang lega, ditahan sampai bingkai terakhir. Pose menunjuk itu ditahan sampai bingkai terakhir. Kamera maju menutup ke wajahnya lalu diam sampai bingkai terakhir.

PENGAMBILAN GAMBAR DAN ZONA AMAN — tegak 9:16 penuh, kamera setinggi mata, bingkai separuh badan atas sampai mejanya ikut kelihatan. Semua yang penting berada di bagian tengah bingkai, tidak menempel ke tepi kiri maupun kanan, supaya potongan 4:5 untuk feed tetap utuh. Bagian 14 persen paling atas dan 20 persen paling bawah dibiarkan lapang dari benda penting.

SUARA — suara perempuan Indonesia sekitar tiga puluh empat tahun, sedang, tenang, bicaranya pelan dan tertata. Direkam dekat memakai mikrofon ponsel: jernih tapi kering, ada sedikit ruangan terdengar, tanpa gema tambahan dan tanpa poles siaran. Penekanan jatuh di kata nunggu dikasih, nggak enak hati, dan punya sendiri. Ada tarikan napas kecil sebelum kalimat pertama.

MUSIK — ada tapi TIPIS sekali dan selalu jauh di bawah suaranya, tidak pernah putus dari detik 0,0 sampai 20,0, dan tidak terputus di potongan detik 10,0. Nada rendah berulang yang tenang dan tipis di belakang suaranya. Instrumental tanpa kata. Kalau musiknya menutupi satu suku kata pun, berarti terlalu keras.

SUASANA — gesekan taplak plastik, benang bergeser, dan kipas angin pelan dari luar bingkai. Biarkan bunyi-bunyi ini terdengar apa adanya, jangan dibersihkan.

BENDA YANG DILARANG — sepanjang klip tidak ada satu pun benda berlayar: tidak ada telepon genggam, tablet, komputer, maupun layar apa pun yang terlihat, dipegang, disentuh, dilihat, atau menyala. Tidak ada uang kertas, koin, nota, maupun angka. Tidak ada mesin jahit di dalam maupun di tepi bingkai. Tidak ada tulisan bergaya emas melengkung di benda apa pun. Semua permukaan benda polos: tanpa tulisan, tanpa tempelan, tanpa gambar cetakan.

PAGAR — tidak ada harga, angka, tanda mata uang, potongan harga, janji penghasilan, maupun klaim berlebihan yang disebutkan atau ditampilkan.

JANGAN — hanya ada SATU potongan yaitu di detik 10,0, tidak boleh ada potongan lain; orang, ruangan, sudut kamera, dan pakaiannya sama persis di dua bagian; tidak ada hasil rajutan jadi yang terlihat di bagian pertama; wajahnya tanpa penghalusan dan tanpa riasan tebal; gambarnya tetap agak burik dan tidak boleh dibikin bersih seperti iklan; label DULU dan SEKARANG berganti tepat di detik 10,0; headline terbaca utuh dari bingkai pertama sampai terakhir; tulisan ucapan dieja persis seperti daftarnya; kalimat pertama tuntas sebelum detik 3,0; bicaranya tetap pelan dan jelas, tidak dipercepat; kedua tangannya selalu di dalam bingkai; klipnya tetap adegan hidup sampai bingkai terakhir.
RAGAM HASIL DARI SATU KEAHLIAN

RJUT-B04

Headline yang menempel di bingkai:
SATU KEAHLIAN / BANYAK BENTUK / tinggal ganti pola sama warnanya
DULU (0-10 dtk): meja kosong, cuma satu kantong benang yang belum dibuka
SEKARANG (10-20 dtk): delapan boneka rajut berbeda bentuk berjajar di meja yang sama
Kenapa sudut ini: Pertanyaan diam penonton adalah 'aku bisa bikin apa saja?'. Banyak bentuk dari satu keahlian menaikkan nilai yang dibayangkan tanpa menyentuh harga.
  1. 0,2-3,0 dtkKupikir sekali belajar cuma dapat satu pola.
  2. 3,0-6,6 dtkTernyata nggak, dan itu yang bikin aku kaget.
  3. 6,6-10,0 dtkPanduan Mbak Dewi isinya macam-macam bentuk, semuanya bergambar.
  4. 10,0-15,0 dtkSemua yang di meja ini dari keahlian yang sama.
  5. 15,0-20,0 dtkAmigura Knit. Klik link di bawah sekarang.

39 kata · 118.2 kata/menit · hook 7 kata · prompt 10.199 karakter

Bikin satu video iklan tegak 9:16 (1080x1920) berdurasi tepat 20 detik yang terlihat seperti REKAMAN PONSEL SEADANYA yang direkam sendiri di rumah. Video ini punya DUA BAGIAN yang dipisah SATU potongan keras tepat di detik 10,0 — selain potongan itu tidak ada potongan lain sama sekali.

BAGIAN PERTAMA (detik 0,0 sampai 10,0) = DULU. BAGIAN KEDUA (detik 10,0 sampai 20,0) = SEKARANG. Orangnya, ruangannya, dan pakaiannya SAMA PERSIS di dua bagian — yang berubah hanya keadaan mejanya dan sikap badannya. Perbedaan dua bagian itu harus kelihatan dalam sekali lihat walaupun suaranya dimatikan.

TAMPILAN AGAK BURIK (ini disengaja, jangan diperbaiki) — hasilnya harus terlihat seperti video yang dikirim lewat aplikasi pesan: butiran sensor terlihat, ketajaman tidak merata, warna sedikit meleset ke kuning atau kebiruan, bagian jendela agak kelewat terang, fokus sempat mencari sebentar di awal lalu pas lagi, dan kamera bergoyang halus karena dipegang tangan. DILARANG terlihat seperti iklan studio, DILARANG bersih sempurna, DILARANG ada penghalusan wajah. Kalau hasilnya terlihat mahal dan rapi, berarti salah.

KUNCI TOKOH — perempuan Indonesia sekitar 25 tahun, wajahnya cantik dan segar, senyumnya mudah keluar, rambut hitam panjang diikat kuda, tanpa riasan tebal. Wajahnya memang enak dilihat dan menarik, tapi tampil apa adanya: tanpa riasan tebal, tanpa saringan kecantikan, tanpa penghalusan pori maupun pemutihan. Rambutnya rapi seadanya seperti orang di rumah. Wajah, rambut, bentuk badan, dan tangannya SAMA PERSIS di bagian pertama maupun bagian kedua.

KUNCI PAKAIAN — kaus oblong warna krem polos berlengan pendek yang sedikit kebesaran. Pakaian ini sama persis di dua bagian, tidak berubah warnanya maupun lipatannya.

KUNCI LATAR — meja belajar di kamar: dinding polos warna krem, rak kecil berisi kotak polos, tirai tipis tertutup, siang hari dengan cahaya menyebar. Ruangannya sama persis di dua bagian, diambil dari sudut yang sama, cahayanya sama. Tidak ada orang lain maupun hewan yang lewat kapan pun.

MEJA BAGIAN DULU — di atas meja cuma ada satu kantong kain polos yang masih terikat dan belum dibuka, tidak ada satu pun hasil rajutan yang terlihat. Ini yang terlihat di bagian pertama, dan HANYA ini: tidak boleh ada satu pun hasil rajutan jadi yang terlihat di bagian pertama.

MEJA BAGIAN SEKARANG — di atas meja yang sama sekarang berjajar delapan boneka rajut yang semuanya sudah jadi rapi dan berbeda bentuk: beruang, kelinci, bunga, buah, gantungan kecil, boneka bertopi, kucing, dan bintang. Ini yang terlihat di bagian kedua, muncul sekaligus tepat sesudah potongan di detik 10,0. Semua boneka rajut ini sudah jadi, rapi, dan jahitannya rapat.

TULISAN LABEL DI LAYAR — di bagian pertama ada satu kata tebal huruf besar "DULU" di pojok kiri atas layar, muncul sejak detik 0,0 dan hilang tepat di detik 10,0. Di bagian kedua ada satu kata tebal huruf besar "SEKARANG" di pojok kiri atas, muncul tepat di detik 10,0 dan bertahan sampai bingkai terakhir. Warnanya putih dengan garis tepi hitam tipis, ukurannya sedang, dan tidak pernah bertabrakan dengan tulisan lain.

ATURAN HEADLINE — tulisan headline yang menempel di bingkai tetap diam SEPANJANG SELURUH 20 DETIK, melewati potongan di detik 10,0 tanpa berubah sedikit pun: tidak memudar, tidak berpindah, tidak berganti ukuran, warna, maupun ejaan, dan masih terbaca utuh di bingkai terakhir. Huruf tebal rapat semuanya huruf besar, warna putih dengan bayangan gelap tipis, diletakkan di sepertiga atas tapi tidak menempel ke tepi atas. Bunyinya persis tiga baris ini: "SATU KEAHLIAN" lalu "BANYAK BENTUK" lalu baris ketiga huruf kecil miring "tinggal ganti pola sama warnanya".

TULISAN UCAPAN DI LAYAR — setiap kalimat yang dia ucapkan WAJIB ikut muncul sebagai tulisan di sepertiga bawah layar, muncul tepat saat kalimat itu mulai diucapkan dan hilang begitu kalimat itu selesai, satu kalimat satu tampilan, paling banyak dua baris, rata tengah, tidak menempel ke tepi bawah. Huruf tebal putih dengan garis tepi hitam tipis, letaknya jauh di bawah headline sehingga tidak pernah bertabrakan. Ejaannya wajib PERSIS huruf demi huruf seperti daftar ini, tanpa menambah, mengurangi, atau mengubah satu huruf pun, dan tanpa diterjemahkan:
detik 0,2 sampai 3,0 tertulis: "Kupikir sekali belajar cuma dapat satu pola."
detik 3,0 sampai 6,6 tertulis: "Ternyata nggak, dan itu yang bikin aku kaget."
detik 6,6 sampai 10,0 tertulis: "Panduan Mbak Dewi isinya macam-macam bentuk, semuanya bergambar."
detik 10,0 sampai 15,0 tertulis: "Semua yang di meja ini dari keahlian yang sama."
detik 15,0 sampai 20,0 tertulis: "Amigura Knit. Klik link di bawah sekarang."
Selain headline, label DULU dan SEKARANG, serta tulisan ucapan di bawah, tidak ada tulisan lain apa pun di layar, dan tidak ada angka maupun tanda mata uang.

CARA BICARA — dia bicara PELAN dan tenang, seperti orang bercerita ke satu teman, bukan pembawa acara dan bukan orang yang buru-buru. Sekitar 120 sampai 135 kata per menit. Justru karena pelan, tiap kata harus terdengar jelas dan tiap kalimat harus padat — tidak ada kata basa-basi, tidak ada "eee", tidak ada sapaan. Boleh ada jeda pendek sekali di antara kalimat, dan jeda itu diisi gerakan tangannya, bukan hening yang kosong.

HOOK TIGA DETIK — kalimat pertama sudah selesai diucapkan sebelum detik 3,0, dan kalimat itu harus menampar: pengakuan pendek yang jujur soal keadaan dirinya dulu. Klip juga sudah bergerak sejak detik nol, bukan pose diam menunggu aba-aba.

AKSI BERWAKTU DAN DIALOG:
detik 0,0 sampai 0,2: klip dibuka SUDAH BERGERAK. Dia sedang menarik tali pengikat kantong kain itu dengan dua jari, tangannya sudah bergerak. Kamera diam setinggi mata, cuma bergoyang halus di tangan.
detik 0,2 sampai 3,0 (HOOK, bagian DULU): Dia mengangkat kantong yang masih terikat itu, menimbangnya sekali, lalu menaruhnya kembali. Sambil itu dia berkata pelan dan jelas, persis: "Kupikir sekali belajar cuma dapat satu pola." Kalimat ini wajib tuntas sebelum detik 3,0. Matanya berbinar, dia menahan senyum. Kamera turun ke tangannya sampai jari dan benangnya memenuhi bawah bingkai.
detik 3,0 sampai 6,6 (bagian DULU): Dia mengangkat satu jari seolah menyebut angka satu lalu menggeleng pelan. Lalu dia berkata persis: "Ternyata nggak, dan itu yang bikin aku kaget." Alisnya naik, kepalanya menggeleng kecil. Kamera maju pelan sedikit sampai ketukan habis.
detik 6,6 sampai 10,0 (bagian DULU, mulai menyebut jalan keluarnya): Dia menggerakkan tangannya melebar di atas meja seolah menggambar banyak bentuk sekaligus. Lalu dia berkata persis: "Panduan Mbak Dewi isinya macam-macam bentuk, semuanya bergambar." Tatapannya melebar seperti membayangkan banyak hal. Kamera mundur sejengkal sampai mejanya ikut kelihatan penuh.
tepat di detik 10,0: SATU POTONGAN KERAS. Gambar berganti seketika ke bagian SEKARANG di ruangan dan sudut yang sama, tanpa gerak peralihan, tanpa pudar, tanpa putih menyilaukan.
detik 10,0 sampai 15,0 (bagian SEKARANG): Dia menyapukan tangannya perlahan di depan deretan delapan boneka itu dari kiri ke kanan. Lalu dia berkata persis: "Semua yang di meja ini dari keahlian yang sama." Senyumnya mulai keluar, bangga. Kamera bergeser pelan ke samping, memperlihatkan sisi lain meja.
detik 15,0 sampai 20,0 (bagian SEKARANG, ajakan): Dia mengambil dua boneka yang paling berbeda bentuknya dan mengangkat keduanya berdampingan. Dia menunjuk ke BAWAH bingkai dua kali lalu ke arah lensa, seolah menunjuk tautan di bawah video, lalu berkata persis: "Amigura Knit. Klik link di bawah sekarang." Senyum lebar yang riang, ditahan sampai bingkai terakhir. Pose menunjuk itu ditahan sampai bingkai terakhir. Kamera maju menutup ke wajahnya lalu diam sampai bingkai terakhir.

PENGAMBILAN GAMBAR DAN ZONA AMAN — tegak 9:16 penuh, kamera setinggi mata, bingkai separuh badan atas sampai mejanya ikut kelihatan. Semua yang penting berada di bagian tengah bingkai, tidak menempel ke tepi kiri maupun kanan, supaya potongan 4:5 untuk feed tetap utuh. Bagian 14 persen paling atas dan 20 persen paling bawah dibiarkan lapang dari benda penting.

SUARA — suara perempuan Indonesia sekitar dua puluh lima tahun, ringan dan renyah, tetap pelan dan jelas, ceria tapi tidak berlebihan. Direkam dekat memakai mikrofon ponsel: jernih tapi kering, ada sedikit ruangan terdengar, tanpa gema tambahan dan tanpa poles siaran. Penekanan jatuh di kata satu pola, ternyata nggak, dan yang lagi dicari. Ada tarikan napas kecil sebelum kalimat pertama.

MUSIK — ada tapi TIPIS sekali dan selalu jauh di bawah suaranya, tidak pernah putus dari detik 0,0 sampai 20,0, dan tidak terputus di potongan detik 10,0. Ketukan lembut berulang yang tipis dan tetap di belakang suaranya. Instrumental tanpa kata. Kalau musiknya menutupi satu suku kata pun, berarti terlalu keras.

SUASANA — gemerisik kantong kain, benang bergeser di meja, dan sunyi kamar di siang hari. Biarkan bunyi-bunyi ini terdengar apa adanya, jangan dibersihkan.

BENDA YANG DILARANG — sepanjang klip tidak ada satu pun benda berlayar: tidak ada telepon genggam, tablet, komputer, maupun layar apa pun yang terlihat, dipegang, disentuh, dilihat, atau menyala. Tidak ada uang kertas, koin, nota, maupun angka. Tidak ada mesin jahit di dalam maupun di tepi bingkai. Tidak ada tulisan bergaya emas melengkung di benda apa pun. Semua permukaan benda polos: tanpa tulisan, tanpa tempelan, tanpa gambar cetakan.

PAGAR — tidak ada harga, angka, tanda mata uang, potongan harga, janji penghasilan, maupun klaim berlebihan yang disebutkan atau ditampilkan.

JANGAN — hanya ada SATU potongan yaitu di detik 10,0, tidak boleh ada potongan lain; orang, ruangan, sudut kamera, dan pakaiannya sama persis di dua bagian; tidak ada hasil rajutan jadi yang terlihat di bagian pertama; wajahnya tanpa penghalusan dan tanpa riasan tebal; gambarnya tetap agak burik dan tidak boleh dibikin bersih seperti iklan; label DULU dan SEKARANG berganti tepat di detik 10,0; headline terbaca utuh dari bingkai pertama sampai terakhir; tulisan ucapan dieja persis seperti daftarnya; kalimat pertama tuntas sebelum detik 3,0; bicaranya tetap pelan dan jelas, tidak dipercepat; kedua tangannya selalu di dalam bingkai; klipnya tetap adegan hidup sampai bingkai terakhir.
BANTAH ANGGAPAN 'INI CUMA HOBI'

RJUT-B05

Headline yang menempel di bingkai:
KATANYA CUMA HOBI / TERNYATA BUKAN / ada bagian cara nerima pesanan
DULU (0-10 dtk): meja kosong, cuma keranjang benang yang cuma jadi pajangan
SEKARANG (10-20 dtk): boneka rajut berjajar rapi plus kantong kertas siap kirim
Kenapa sudut ini: Selama dianggap pengisi waktu, orang tidak akan membayar untuk belajar. Anggapan itu harus dipatahkan sebelum menawarkan apa pun.
  1. 0,2-3,0 dtkDulu benangku cuma jadi pajangan di lemari.
  2. 3,0-6,6 dtkKatanya merajut itu hobi, buat ngisi waktu doang.
  3. 6,6-10,0 dtkPanduan Mbak Dewi ada bagian cara nerima pesanan.
  4. 10,0-15,0 dtkSekarang yang keluar dari meja ini bukan pajangan.
  5. 15,0-20,0 dtkAmigura Knit. Klik link di bawah sekarang.

38 kata · 115.2 kata/menit · hook 7 kata · prompt 10.122 karakter

Bikin satu video iklan tegak 9:16 (1080x1920) berdurasi tepat 20 detik yang terlihat seperti REKAMAN PONSEL SEADANYA yang direkam sendiri di rumah. Video ini punya DUA BAGIAN yang dipisah SATU potongan keras tepat di detik 10,0 — selain potongan itu tidak ada potongan lain sama sekali.

BAGIAN PERTAMA (detik 0,0 sampai 10,0) = DULU. BAGIAN KEDUA (detik 10,0 sampai 20,0) = SEKARANG. Orangnya, ruangannya, dan pakaiannya SAMA PERSIS di dua bagian — yang berubah hanya keadaan mejanya dan sikap badannya. Perbedaan dua bagian itu harus kelihatan dalam sekali lihat walaupun suaranya dimatikan.

TAMPILAN AGAK BURIK (ini disengaja, jangan diperbaiki) — hasilnya harus terlihat seperti video yang dikirim lewat aplikasi pesan: butiran sensor terlihat, ketajaman tidak merata, warna sedikit meleset ke kuning atau kebiruan, bagian jendela agak kelewat terang, fokus sempat mencari sebentar di awal lalu pas lagi, dan kamera bergoyang halus karena dipegang tangan. DILARANG terlihat seperti iklan studio, DILARANG bersih sempurna, DILARANG ada penghalusan wajah. Kalau hasilnya terlihat mahal dan rapi, berarti salah.

KUNCI TOKOH — perempuan Indonesia sekitar 38 tahun, wajahnya anggun dan enak dipandang, rambut hitam disanggul rendah, kacamata baca bergagang tipis polos, tanpa riasan tebal. Wajahnya memang enak dilihat dan menarik, tapi tampil apa adanya: tanpa riasan tebal, tanpa saringan kecantikan, tanpa penghalusan pori maupun pemutihan. Rambutnya rapi seadanya seperti orang di rumah. Wajah, rambut, bentuk badan, dan tangannya SAMA PERSIS di bagian pertama maupun bagian kedua.

KUNCI PAKAIAN — kemeja katun warna abu muda polos berlengan panjang yang digulung sampai siku. Pakaian ini sama persis di dua bagian, tidak berubah warnanya maupun lipatannya.

KUNCI LATAR — ruang tamu rapi: kursi kayu berbantal polos, meja rendah, dinding cat putih, lemari kayu tertutup, sore hari dengan cahaya jendela dari kanan. Ruangannya sama persis di dua bagian, diambil dari sudut yang sama, cahayanya sama. Tidak ada orang lain maupun hewan yang lewat kapan pun.

MEJA BAGIAN DULU — di atas meja rendah cuma ada satu keranjang anyaman polos berisi gulungan benang yang tersusun rapi tapi jelas belum tersentuh, tanpa satu pun hasil rajutan. Ini yang terlihat di bagian pertama, dan HANYA ini: tidak boleh ada satu pun hasil rajutan jadi yang terlihat di bagian pertama.

MEJA BAGIAN SEKARANG — di atas meja yang sama sekarang ada tujuh boneka rajut gantungan kecil yang sudah jadi rapi dan seragam, serta dua kantong kertas polos siap kirim. Ini yang terlihat di bagian kedua, muncul sekaligus tepat sesudah potongan di detik 10,0. Semua boneka rajut ini sudah jadi, rapi, dan jahitannya rapat.

TULISAN LABEL DI LAYAR — di bagian pertama ada satu kata tebal huruf besar "DULU" di pojok kiri atas layar, muncul sejak detik 0,0 dan hilang tepat di detik 10,0. Di bagian kedua ada satu kata tebal huruf besar "SEKARANG" di pojok kiri atas, muncul tepat di detik 10,0 dan bertahan sampai bingkai terakhir. Warnanya putih dengan garis tepi hitam tipis, ukurannya sedang, dan tidak pernah bertabrakan dengan tulisan lain.

ATURAN HEADLINE — tulisan headline yang menempel di bingkai tetap diam SEPANJANG SELURUH 20 DETIK, melewati potongan di detik 10,0 tanpa berubah sedikit pun: tidak memudar, tidak berpindah, tidak berganti ukuran, warna, maupun ejaan, dan masih terbaca utuh di bingkai terakhir. Huruf tebal rapat semuanya huruf besar, warna putih dengan bayangan gelap tipis, diletakkan di sepertiga atas tapi tidak menempel ke tepi atas. Bunyinya persis tiga baris ini: "KATANYA CUMA HOBI" lalu "TERNYATA BUKAN" lalu baris ketiga huruf kecil miring "ada bagian cara nerima pesanan".

TULISAN UCAPAN DI LAYAR — setiap kalimat yang dia ucapkan WAJIB ikut muncul sebagai tulisan di sepertiga bawah layar, muncul tepat saat kalimat itu mulai diucapkan dan hilang begitu kalimat itu selesai, satu kalimat satu tampilan, paling banyak dua baris, rata tengah, tidak menempel ke tepi bawah. Huruf tebal putih dengan garis tepi hitam tipis, letaknya jauh di bawah headline sehingga tidak pernah bertabrakan. Ejaannya wajib PERSIS huruf demi huruf seperti daftar ini, tanpa menambah, mengurangi, atau mengubah satu huruf pun, dan tanpa diterjemahkan:
detik 0,2 sampai 3,0 tertulis: "Dulu benangku cuma jadi pajangan di lemari."
detik 3,0 sampai 6,6 tertulis: "Katanya merajut itu hobi, buat ngisi waktu doang."
detik 6,6 sampai 10,0 tertulis: "Panduan Mbak Dewi ada bagian cara nerima pesanan."
detik 10,0 sampai 15,0 tertulis: "Sekarang yang keluar dari meja ini bukan pajangan."
detik 15,0 sampai 20,0 tertulis: "Amigura Knit. Klik link di bawah sekarang."
Selain headline, label DULU dan SEKARANG, serta tulisan ucapan di bawah, tidak ada tulisan lain apa pun di layar, dan tidak ada angka maupun tanda mata uang.

CARA BICARA — dia bicara PELAN dan tenang, seperti orang bercerita ke satu teman, bukan pembawa acara dan bukan orang yang buru-buru. Sekitar 120 sampai 135 kata per menit. Justru karena pelan, tiap kata harus terdengar jelas dan tiap kalimat harus padat — tidak ada kata basa-basi, tidak ada "eee", tidak ada sapaan. Boleh ada jeda pendek sekali di antara kalimat, dan jeda itu diisi gerakan tangannya, bukan hening yang kosong.

HOOK TIGA DETIK — kalimat pertama sudah selesai diucapkan sebelum detik 3,0, dan kalimat itu harus menampar: pengakuan pendek yang jujur soal keadaan dirinya dulu. Klip juga sudah bergerak sejak detik nol, bukan pose diam menunggu aba-aba.

AKSI BERWAKTU DAN DIALOG:
detik 0,0 sampai 0,2: klip dibuka SUDAH BERGERAK. Dia sedang menarik keranjang anyaman itu mendekat dengan dua tangan. Kamera diam setinggi mata, cuma bergoyang halus di tangan.
detik 0,2 sampai 3,0 (HOOK, bagian DULU): Dia mengambil satu gulung benang dari keranjang lalu menjatuhkannya kembali pelan. Sambil itu dia berkata pelan dan jelas, persis: "Dulu benangku cuma jadi pajangan di lemari." Kalimat ini wajib tuntas sebelum detik 3,0. Dia mengangkat sebelah alis, senyum tipis yang menantang. Kamera turun ke tangannya sampai jari dan benangnya memenuhi bawah bingkai.
detik 3,0 sampai 6,6 (bagian DULU): Dia menunjuk ke arah lemari tertutup lalu menggeleng sekali. Lalu dia berkata persis: "Katanya merajut itu hobi, buat ngisi waktu doang." Kepalanya menggeleng pelan, bibirnya menipis. Kamera mundur sejengkal sampai mejanya ikut kelihatan penuh.
detik 6,6 sampai 10,0 (bagian DULU, mulai menyebut jalan keluarnya): Dia mengetuk meja sekali lalu menggerakkan telapak tangannya membuka seperti membuka halaman. Lalu dia berkata persis: "Panduan Mbak Dewi ada bagian cara nerima pesanan." Tatapannya mengunci ke lensa, tegas. Kamera maju pelan sedikit sampai ketukan habis.
tepat di detik 10,0: SATU POTONGAN KERAS. Gambar berganti seketika ke bagian SEKARANG di ruangan dan sudut yang sama, tanpa gerak peralihan, tanpa pudar, tanpa putih menyilaukan.
detik 10,0 sampai 15,0 (bagian SEKARANG): Dia menjajarkan tujuh boneka gantungan itu dan meluruskan barisannya dengan satu jari. Lalu dia berkata persis: "Sekarang yang keluar dari meja ini bukan pajangan." Dagunya naik sedikit, puas. Kamera bergeser pelan ke samping, memperlihatkan sisi lain meja.
detik 15,0 sampai 20,0 (bagian SEKARANG, ajakan): Dia memasukkan beberapa boneka ke kantong kertas polos lalu mengangkat kantong itu. Dia menunjuk ke BAWAH bingkai dua kali lalu ke arah lensa, seolah menunjuk tautan di bawah video, lalu berkata persis: "Amigura Knit. Klik link di bawah sekarang." Senyum tenang yang yakin, ditahan sampai bingkai terakhir. Pose menunjuk itu ditahan sampai bingkai terakhir. Kamera maju menutup ke wajahnya lalu diam sampai bingkai terakhir.

PENGAMBILAN GAMBAR DAN ZONA AMAN — tegak 9:16 penuh, kamera setinggi mata, bingkai separuh badan atas sampai mejanya ikut kelihatan. Semua yang penting berada di bagian tengah bingkai, tidak menempel ke tepi kiri maupun kanan, supaya potongan 4:5 untuk feed tetap utuh. Bagian 14 persen paling atas dan 20 persen paling bawah dibiarkan lapang dari benda penting.

SUARA — suara perempuan Indonesia sekitar tiga puluh delapan tahun, tenang, berwibawa, pelan dan sangat jelas. Direkam dekat memakai mikrofon ponsel: jernih tapi kering, ada sedikit ruangan terdengar, tanpa gema tambahan dan tanpa poles siaran. Penekanan jatuh di kata cuma hobi, numpuk di lemari, dan nerima pesanan. Ada tarikan napas kecil sebelum kalimat pertama.

MUSIK — ada tapi TIPIS sekali dan selalu jauh di bawah suaranya, tidak pernah putus dari detik 0,0 sampai 20,0, dan tidak terputus di potongan detik 10,0. Nada rendah berulang yang tenang, tipis, dan tidak berubah sepanjang klip. Instrumental tanpa kata. Kalau musiknya menutupi satu suku kata pun, berarti terlalu keras.

SUASANA — gemerisik keranjang anyaman, benang digeser, dan suara sore yang samar. Biarkan bunyi-bunyi ini terdengar apa adanya, jangan dibersihkan.

BENDA YANG DILARANG — sepanjang klip tidak ada satu pun benda berlayar: tidak ada telepon genggam, tablet, komputer, maupun layar apa pun yang terlihat, dipegang, disentuh, dilihat, atau menyala. Tidak ada uang kertas, koin, nota, maupun angka. Tidak ada mesin jahit di dalam maupun di tepi bingkai. Tidak ada tulisan bergaya emas melengkung di benda apa pun. Semua permukaan benda polos: tanpa tulisan, tanpa tempelan, tanpa gambar cetakan.

PAGAR — tidak ada harga, angka, tanda mata uang, potongan harga, janji penghasilan, maupun klaim berlebihan yang disebutkan atau ditampilkan.

JANGAN — hanya ada SATU potongan yaitu di detik 10,0, tidak boleh ada potongan lain; orang, ruangan, sudut kamera, dan pakaiannya sama persis di dua bagian; tidak ada hasil rajutan jadi yang terlihat di bagian pertama; wajahnya tanpa penghalusan dan tanpa riasan tebal; gambarnya tetap agak burik dan tidak boleh dibikin bersih seperti iklan; label DULU dan SEKARANG berganti tepat di detik 10,0; headline terbaca utuh dari bingkai pertama sampai terakhir; tulisan ucapan dieja persis seperti daftarnya; kalimat pertama tuntas sebelum detik 3,0; bicaranya tetap pelan dan jelas, tidak dipercepat; kedua tangannya selalu di dalam bingkai; klipnya tetap adegan hidup sampai bingkai terakhir.
MALAM YANG DULU HABIS BUAT MIKIR

RJUT-B06

Headline yang menempel di bingkai:
MALAM DULU HABIS / BUAT MIKIRIN UANG / sekarang jadi barang jadi
DULU (0-10 dtk): meja kamar kosong di bawah lampu, cuma segelas air
SEKARANG (10-20 dtk): meja yang sama penuh boneka rajut kucing yang sudah jadi
Kenapa sudut ini: Jam malam adalah satu-satunya waktu luang penonton, dan biasanya habis buat cemas. Memindahkan jam itu jadi hasil terasa sangat nyata.
  1. 0,2-3,0 dtkMalamku dulu habis buat mikirin uang.
  2. 3,0-6,6 dtkAnak sudah tidur, tapi aku sendiri malah nggak bisa tidur.
  3. 6,6-10,0 dtkSekarang jam itu kupakai ikut panduan Mbak Dewi.
  4. 10,0-15,0 dtkMalam yang sama sekarang ninggalin barang jadi.
  5. 15,0-20,0 dtkAmigura Knit. Klik link di bawah malam ini.

39 kata · 118.2 kata/menit · hook 6 kata · prompt 10.065 karakter

Bikin satu video iklan tegak 9:16 (1080x1920) berdurasi tepat 20 detik yang terlihat seperti REKAMAN PONSEL SEADANYA yang direkam sendiri di rumah. Video ini punya DUA BAGIAN yang dipisah SATU potongan keras tepat di detik 10,0 — selain potongan itu tidak ada potongan lain sama sekali.

BAGIAN PERTAMA (detik 0,0 sampai 10,0) = DULU. BAGIAN KEDUA (detik 10,0 sampai 20,0) = SEKARANG. Orangnya, ruangannya, dan pakaiannya SAMA PERSIS di dua bagian — yang berubah hanya keadaan mejanya dan sikap badannya. Perbedaan dua bagian itu harus kelihatan dalam sekali lihat walaupun suaranya dimatikan.

TAMPILAN AGAK BURIK (ini disengaja, jangan diperbaiki) — hasilnya harus terlihat seperti video yang dikirim lewat aplikasi pesan: butiran sensor terlihat, ketajaman tidak merata, warna sedikit meleset ke kuning atau kebiruan, bagian jendela agak kelewat terang, fokus sempat mencari sebentar di awal lalu pas lagi, dan kamera bergoyang halus karena dipegang tangan. DILARANG terlihat seperti iklan studio, DILARANG bersih sempurna, DILARANG ada penghalusan wajah. Kalau hasilnya terlihat mahal dan rapi, berarti salah.

KUNCI TOKOH — perempuan Indonesia sekitar 29 tahun, wajahnya manis dengan mata besar, rambut hitam digelung asal, tanpa riasan, terlihat lelah tapi tetap enak dilihat. Wajahnya memang enak dilihat dan menarik, tapi tampil apa adanya: tanpa riasan tebal, tanpa saringan kecantikan, tanpa penghalusan pori maupun pemutihan. Rambutnya rapi seadanya seperti orang di rumah. Wajah, rambut, bentuk badan, dan tangannya SAMA PERSIS di bagian pertama maupun bagian kedua.

KUNCI PAKAIAN — kaus lengan panjang warna sage polos yang kebesaran. Pakaian ini sama persis di dua bagian, tidak berubah warnanya maupun lipatannya.

KUNCI LATAR — sudut kamar dengan dinding putih polos, meja kecil kayu, lampu meja menyala hangat di sudut kanan, ruangan lain gelap, malam hari. Ruangannya sama persis di dua bagian, diambil dari sudut yang sama, cahayanya sama. Tidak ada orang lain maupun hewan yang lewat kapan pun.

MEJA BAGIAN DULU — di atas meja cuma ada satu gelas air yang setengah dan lampu meja yang menyala, tidak ada benang maupun hasil rajutan sama sekali. Ini yang terlihat di bagian pertama, dan HANYA ini: tidak boleh ada satu pun hasil rajutan jadi yang terlihat di bagian pertama.

MEJA BAGIAN SEKARANG — di atas meja yang sama sekarang ada lima boneka rajut anak kucing yang sudah jadi rapi berjajar di bawah lampu, plus satu hakpen dan sisa benang. Ini yang terlihat di bagian kedua, muncul sekaligus tepat sesudah potongan di detik 10,0. Semua boneka rajut ini sudah jadi, rapi, dan jahitannya rapat.

TULISAN LABEL DI LAYAR — di bagian pertama ada satu kata tebal huruf besar "DULU" di pojok kiri atas layar, muncul sejak detik 0,0 dan hilang tepat di detik 10,0. Di bagian kedua ada satu kata tebal huruf besar "SEKARANG" di pojok kiri atas, muncul tepat di detik 10,0 dan bertahan sampai bingkai terakhir. Warnanya putih dengan garis tepi hitam tipis, ukurannya sedang, dan tidak pernah bertabrakan dengan tulisan lain.

ATURAN HEADLINE — tulisan headline yang menempel di bingkai tetap diam SEPANJANG SELURUH 20 DETIK, melewati potongan di detik 10,0 tanpa berubah sedikit pun: tidak memudar, tidak berpindah, tidak berganti ukuran, warna, maupun ejaan, dan masih terbaca utuh di bingkai terakhir. Huruf tebal rapat semuanya huruf besar, warna putih dengan bayangan gelap tipis, diletakkan di sepertiga atas tapi tidak menempel ke tepi atas. Bunyinya persis tiga baris ini: "MALAM DULU HABIS" lalu "BUAT MIKIRIN UANG" lalu baris ketiga huruf kecil miring "sekarang jadi barang jadi".

TULISAN UCAPAN DI LAYAR — setiap kalimat yang dia ucapkan WAJIB ikut muncul sebagai tulisan di sepertiga bawah layar, muncul tepat saat kalimat itu mulai diucapkan dan hilang begitu kalimat itu selesai, satu kalimat satu tampilan, paling banyak dua baris, rata tengah, tidak menempel ke tepi bawah. Huruf tebal putih dengan garis tepi hitam tipis, letaknya jauh di bawah headline sehingga tidak pernah bertabrakan. Ejaannya wajib PERSIS huruf demi huruf seperti daftar ini, tanpa menambah, mengurangi, atau mengubah satu huruf pun, dan tanpa diterjemahkan:
detik 0,2 sampai 3,0 tertulis: "Malamku dulu habis buat mikirin uang."
detik 3,0 sampai 6,6 tertulis: "Anak sudah tidur, tapi aku sendiri malah nggak bisa tidur."
detik 6,6 sampai 10,0 tertulis: "Sekarang jam itu kupakai ikut panduan Mbak Dewi."
detik 10,0 sampai 15,0 tertulis: "Malam yang sama sekarang ninggalin barang jadi."
detik 15,0 sampai 20,0 tertulis: "Amigura Knit. Klik link di bawah malam ini."
Selain headline, label DULU dan SEKARANG, serta tulisan ucapan di bawah, tidak ada tulisan lain apa pun di layar, dan tidak ada angka maupun tanda mata uang.

CARA BICARA — dia bicara PELAN dan tenang, seperti orang bercerita ke satu teman, bukan pembawa acara dan bukan orang yang buru-buru. Sekitar 120 sampai 135 kata per menit. Justru karena pelan, tiap kata harus terdengar jelas dan tiap kalimat harus padat — tidak ada kata basa-basi, tidak ada "eee", tidak ada sapaan. Boleh ada jeda pendek sekali di antara kalimat, dan jeda itu diisi gerakan tangannya, bukan hening yang kosong.

HOOK TIGA DETIK — kalimat pertama sudah selesai diucapkan sebelum detik 3,0, dan kalimat itu harus menampar: pengakuan pendek yang jujur soal keadaan dirinya dulu. Klip juga sudah bergerak sejak detik nol, bukan pose diam menunggu aba-aba.

AKSI BERWAKTU DAN DIALOG:
detik 0,0 sampai 0,2: klip dibuka SUDAH BERGERAK. Dia sedang memutar gelas air itu pelan di atas meja dengan ujung jari. Kamera diam setinggi mata, cuma bergoyang halus di tangan.
detik 0,2 sampai 3,0 (HOOK, bagian DULU): Dia menyandarkan dahinya ke telapak tangan sebentar lalu mengangkatnya lagi. Sambil itu dia berkata pelan dan jelas, persis: "Malamku dulu habis buat mikirin uang." Kalimat ini wajib tuntas sebelum detik 3,0. Kelopaknya berat sedetik lalu terbuka penuh. Kamera maju pelan sedikit sampai ketukan habis.
detik 3,0 sampai 6,6 (bagian DULU): Dia menatap ke luar bingkai sebentar lalu kembali ke lensa dan menggeleng kecil. Lalu dia berkata persis: "Anak sudah tidur, tapi aku sendiri malah nggak bisa tidur." Napasnya keluar pendek, bahunya turun. Kamera bergeser pelan ke samping, memperlihatkan sisi lain meja.
detik 6,6 sampai 10,0 (bagian DULU, mulai menyebut jalan keluarnya): Dia menggerakkan jarinya di udara seperti mengikuti satu langkah lalu langkah berikutnya. Lalu dia berkata persis: "Sekarang jam itu kupakai ikut panduan Mbak Dewi." Tatapannya jadi fokus dan tenang. Kamera turun ke tangannya sampai jari dan benangnya memenuhi bawah bingkai.
tepat di detik 10,0: SATU POTONGAN KERAS. Gambar berganti seketika ke bagian SEKARANG di ruangan dan sudut yang sama, tanpa gerak peralihan, tanpa pudar, tanpa putih menyilaukan.
detik 10,0 sampai 15,0 (bagian SEKARANG): Dia menggeser lima boneka kucing rajut itu ke bawah lampu supaya semuanya terang. Lalu dia berkata persis: "Malam yang sama sekarang ninggalin barang jadi." Matanya melembut, lelah tapi puas. Kamera mundur sejengkal sampai mejanya ikut kelihatan penuh.
detik 15,0 sampai 20,0 (bagian SEKARANG, ajakan): Dia mengangkat satu boneka sejajar wajahnya lalu menahannya. Dia menunjuk ke BAWAH bingkai dua kali lalu ke arah lensa, seolah menunjuk tautan di bawah video, lalu berkata persis: "Amigura Knit. Klik link di bawah malam ini." Senyum kecil yang lega, ditahan sampai bingkai terakhir. Pose menunjuk itu ditahan sampai bingkai terakhir. Kamera maju menutup ke wajahnya lalu diam sampai bingkai terakhir.

PENGAMBILAN GAMBAR DAN ZONA AMAN — tegak 9:16 penuh, kamera setinggi mata, bingkai separuh badan atas sampai mejanya ikut kelihatan. Semua yang penting berada di bagian tengah bingkai, tidak menempel ke tepi kiri maupun kanan, supaya potongan 4:5 untuk feed tetap utuh. Bagian 14 persen paling atas dan 20 persen paling bawah dibiarkan lapang dari benda penting.

SUARA — suara perempuan Indonesia sekitar dua puluh sembilan tahun, ditahan pelan seperti menjaga suara di malam hari, tetap sangat jelas. Direkam dekat memakai mikrofon ponsel: jernih tapi kering, ada sedikit ruangan terdengar, tanpa gema tambahan dan tanpa poles siaran. Penekanan jatuh di kata mikirin uang, nggak bisa tidur, dan barang jadi. Ada tarikan napas kecil sebelum kalimat pertama.

MUSIK — ada tapi TIPIS sekali dan selalu jauh di bawah suaranya, tidak pernah putus dari detik 0,0 sampai 20,0, dan tidak terputus di potongan detik 10,0. Ostinato pelan seperti detik jam di ruangan sunyi, sangat tipis di belakang suaranya. Instrumental tanpa kata. Kalau musiknya menutupi satu suku kata pun, berarti terlalu keras.

SUASANA — benang bergeser di meja, satu embusan napas panjang, dan sunyi malam yang terasa penuh. Biarkan bunyi-bunyi ini terdengar apa adanya, jangan dibersihkan.

BENDA YANG DILARANG — sepanjang klip tidak ada satu pun benda berlayar: tidak ada telepon genggam, tablet, komputer, maupun layar apa pun yang terlihat, dipegang, disentuh, dilihat, atau menyala. Tidak ada uang kertas, koin, nota, maupun angka. Tidak ada mesin jahit di dalam maupun di tepi bingkai. Tidak ada tulisan bergaya emas melengkung di benda apa pun. Semua permukaan benda polos: tanpa tulisan, tanpa tempelan, tanpa gambar cetakan.

PAGAR — tidak ada harga, angka, tanda mata uang, potongan harga, janji penghasilan, maupun klaim berlebihan yang disebutkan atau ditampilkan.

JANGAN — hanya ada SATU potongan yaitu di detik 10,0, tidak boleh ada potongan lain; orang, ruangan, sudut kamera, dan pakaiannya sama persis di dua bagian; tidak ada hasil rajutan jadi yang terlihat di bagian pertama; wajahnya tanpa penghalusan dan tanpa riasan tebal; gambarnya tetap agak burik dan tidak boleh dibikin bersih seperti iklan; label DULU dan SEKARANG berganti tepat di detik 10,0; headline terbaca utuh dari bingkai pertama sampai terakhir; tulisan ucapan dieja persis seperti daftarnya; kalimat pertama tuntas sebelum detik 3,0; bicaranya tetap pelan dan jelas, tidak dipercepat; kedua tangannya selalu di dalam bingkai; klipnya tetap adegan hidup sampai bingkai terakhir.
DULU NAWARIN, SEKARANG DICARI

RJUT-B07

Headline yang menempel di bingkai:
DULU AKU NAWARIN / SEKARANG DICARI / karena hasilnya udah rapi
DULU (0-10 dtk): teras kosong, cuma kursi dan pot tanaman
SEKARANG (10-20 dtk): deretan boneka rajut dan kantong kirim di kursi panjang
Kenapa sudut ini: Bukti paling kuat bukan klaim penghasilan, tapi perpindahan posisi: dari yang menawarkan jadi yang dicari.
  1. 0,2-3,0 dtkDulu aku yang nawarin, dan sering ditolak.
  2. 3,0-6,6 dtkAku takut dibilang bikinan rumahan yang jahitannya nggak rapi.
  3. 6,6-10,0 dtkAku benerin cara bikinnya ikut panduan bergambar Mbak Dewi.
  4. 10,0-15,0 dtkSekarang mereka yang nyari, aku tinggal ngerjain.
  5. 15,0-20,0 dtkAmigura Knit. Klik link di bawah sekarang.

39 kata · 118.2 kata/menit · hook 7 kata · prompt 10.057 karakter

Bikin satu video iklan tegak 9:16 (1080x1920) berdurasi tepat 20 detik yang terlihat seperti REKAMAN PONSEL SEADANYA yang direkam sendiri di rumah. Video ini punya DUA BAGIAN yang dipisah SATU potongan keras tepat di detik 10,0 — selain potongan itu tidak ada potongan lain sama sekali.

BAGIAN PERTAMA (detik 0,0 sampai 10,0) = DULU. BAGIAN KEDUA (detik 10,0 sampai 20,0) = SEKARANG. Orangnya, ruangannya, dan pakaiannya SAMA PERSIS di dua bagian — yang berubah hanya keadaan mejanya dan sikap badannya. Perbedaan dua bagian itu harus kelihatan dalam sekali lihat walaupun suaranya dimatikan.

TAMPILAN AGAK BURIK (ini disengaja, jangan diperbaiki) — hasilnya harus terlihat seperti video yang dikirim lewat aplikasi pesan: butiran sensor terlihat, ketajaman tidak merata, warna sedikit meleset ke kuning atau kebiruan, bagian jendela agak kelewat terang, fokus sempat mencari sebentar di awal lalu pas lagi, dan kamera bergoyang halus karena dipegang tangan. DILARANG terlihat seperti iklan studio, DILARANG bersih sempurna, DILARANG ada penghalusan wajah. Kalau hasilnya terlihat mahal dan rapi, berarti salah.

KUNCI TOKOH — perempuan Indonesia sekitar 32 tahun, wajahnya cantik dan ramah, berjilbab segi empat warna krem dipakai rapi, tanpa riasan tebal. Wajahnya memang enak dilihat dan menarik, tapi tampil apa adanya: tanpa riasan tebal, tanpa saringan kecantikan, tanpa penghalusan pori maupun pemutihan. Rambutnya rapi seadanya seperti orang di rumah. Wajah, rambut, bentuk badan, dan tangannya SAMA PERSIS di bagian pertama maupun bagian kedua.

KUNCI PAKAIAN — tunik katun warna cokelat susu polos dengan jilbab segi empat krem. Pakaian ini sama persis di dua bagian, tidak berubah warnanya maupun lipatannya.

KUNCI LATAR — teras rumah: lantai semen polos, kursi kayu panjang, pagar besi rendah, tanaman dalam pot tanah, pagi hari dengan cahaya terang merata. Ruangannya sama persis di dua bagian, diambil dari sudut yang sama, cahayanya sama. Tidak ada orang lain maupun hewan yang lewat kapan pun.

MEJA BAGIAN DULU — di kursi panjang itu tidak ada apa-apa selain satu kipas tangan anyaman polos, tidak ada benang maupun hasil rajutan sama sekali. Ini yang terlihat di bagian pertama, dan HANYA ini: tidak boleh ada satu pun hasil rajutan jadi yang terlihat di bagian pertama.

MEJA BAGIAN SEKARANG — di kursi panjang yang sama sekarang berjajar enam boneka rajut kelinci kecil yang sudah jadi rapi dan seragam, plus dua kantong kertas polos siap kirim. Ini yang terlihat di bagian kedua, muncul sekaligus tepat sesudah potongan di detik 10,0. Semua boneka rajut ini sudah jadi, rapi, dan jahitannya rapat.

TULISAN LABEL DI LAYAR — di bagian pertama ada satu kata tebal huruf besar "DULU" di pojok kiri atas layar, muncul sejak detik 0,0 dan hilang tepat di detik 10,0. Di bagian kedua ada satu kata tebal huruf besar "SEKARANG" di pojok kiri atas, muncul tepat di detik 10,0 dan bertahan sampai bingkai terakhir. Warnanya putih dengan garis tepi hitam tipis, ukurannya sedang, dan tidak pernah bertabrakan dengan tulisan lain.

ATURAN HEADLINE — tulisan headline yang menempel di bingkai tetap diam SEPANJANG SELURUH 20 DETIK, melewati potongan di detik 10,0 tanpa berubah sedikit pun: tidak memudar, tidak berpindah, tidak berganti ukuran, warna, maupun ejaan, dan masih terbaca utuh di bingkai terakhir. Huruf tebal rapat semuanya huruf besar, warna putih dengan bayangan gelap tipis, diletakkan di sepertiga atas tapi tidak menempel ke tepi atas. Bunyinya persis tiga baris ini: "DULU AKU NAWARIN" lalu "SEKARANG DICARI" lalu baris ketiga huruf kecil miring "karena hasilnya udah rapi".

TULISAN UCAPAN DI LAYAR — setiap kalimat yang dia ucapkan WAJIB ikut muncul sebagai tulisan di sepertiga bawah layar, muncul tepat saat kalimat itu mulai diucapkan dan hilang begitu kalimat itu selesai, satu kalimat satu tampilan, paling banyak dua baris, rata tengah, tidak menempel ke tepi bawah. Huruf tebal putih dengan garis tepi hitam tipis, letaknya jauh di bawah headline sehingga tidak pernah bertabrakan. Ejaannya wajib PERSIS huruf demi huruf seperti daftar ini, tanpa menambah, mengurangi, atau mengubah satu huruf pun, dan tanpa diterjemahkan:
detik 0,2 sampai 3,0 tertulis: "Dulu aku yang nawarin, dan sering ditolak."
detik 3,0 sampai 6,6 tertulis: "Aku takut dibilang bikinan rumahan yang jahitannya nggak rapi."
detik 6,6 sampai 10,0 tertulis: "Aku benerin cara bikinnya ikut panduan bergambar Mbak Dewi."
detik 10,0 sampai 15,0 tertulis: "Sekarang mereka yang nyari, aku tinggal ngerjain."
detik 15,0 sampai 20,0 tertulis: "Amigura Knit. Klik link di bawah sekarang."
Selain headline, label DULU dan SEKARANG, serta tulisan ucapan di bawah, tidak ada tulisan lain apa pun di layar, dan tidak ada angka maupun tanda mata uang.

CARA BICARA — dia bicara PELAN dan tenang, seperti orang bercerita ke satu teman, bukan pembawa acara dan bukan orang yang buru-buru. Sekitar 120 sampai 135 kata per menit. Justru karena pelan, tiap kata harus terdengar jelas dan tiap kalimat harus padat — tidak ada kata basa-basi, tidak ada "eee", tidak ada sapaan. Boleh ada jeda pendek sekali di antara kalimat, dan jeda itu diisi gerakan tangannya, bukan hening yang kosong.

HOOK TIGA DETIK — kalimat pertama sudah selesai diucapkan sebelum detik 3,0, dan kalimat itu harus menampar: pengakuan pendek yang jujur soal keadaan dirinya dulu. Klip juga sudah bergerak sejak detik nol, bukan pose diam menunggu aba-aba.

AKSI BERWAKTU DAN DIALOG:
detik 0,0 sampai 0,2: klip dibuka SUDAH BERGERAK. Dia sedang mengibaskan kipas anyaman itu ke wajahnya dua kali lalu berhenti. Kamera diam setinggi mata, cuma bergoyang halus di tangan.
detik 0,2 sampai 3,0 (HOOK, bagian DULU): Dia meletakkan kipas itu ke pangkuan lalu membalik telapak tangannya ke lensa. Sambil itu dia berkata pelan dan jelas, persis: "Dulu aku yang nawarin, dan sering ditolak." Kalimat ini wajib tuntas sebelum detik 3,0. Alisnya naik, senyum tipis yang agak malu. Kamera mundur sejengkal sampai mejanya ikut kelihatan penuh.
detik 3,0 sampai 6,6 (bagian DULU): Dia menutup sebagian wajahnya dengan telapak tangan sebentar seperti malu lalu menurunkannya. Lalu dia berkata persis: "Aku takut dibilang bikinan rumahan yang jahitannya nggak rapi." Matanya menunduk sebentar lalu naik lagi. Kamera maju pelan sedikit sampai ketukan habis.
detik 6,6 sampai 10,0 (bagian DULU, mulai menyebut jalan keluarnya): Dia menggerakkan jarinya rapat-rapat seolah menunjukkan jahitan yang rapat. Lalu dia berkata persis: "Aku benerin cara bikinnya ikut panduan bergambar Mbak Dewi." Tatapannya jadi mantap. Kamera turun ke tangannya sampai jari dan benangnya memenuhi bawah bingkai.
tepat di detik 10,0: SATU POTONGAN KERAS. Gambar berganti seketika ke bagian SEKARANG di ruangan dan sudut yang sama, tanpa gerak peralihan, tanpa pudar, tanpa putih menyilaukan.
detik 10,0 sampai 15,0 (bagian SEKARANG): Dia menggeser enam boneka kelinci itu supaya berjajar menghadap lensa. Lalu dia berkata persis: "Sekarang mereka yang nyari, aku tinggal ngerjain." Sudut bibirnya naik, percaya diri. Kamera bergeser pelan ke samping, memperlihatkan sisi lain meja.
detik 15,0 sampai 20,0 (bagian SEKARANG, ajakan): Dia memasukkan dua boneka ke kantong kertas polos lalu mengangkat kantong itu ke depan bahunya. Dia menunjuk ke BAWAH bingkai dua kali lalu ke arah lensa, seolah menunjuk tautan di bawah video, lalu berkata persis: "Amigura Knit. Klik link di bawah sekarang." Senyum lepas yang hangat, ditahan sampai bingkai terakhir. Pose menunjuk itu ditahan sampai bingkai terakhir. Kamera maju menutup ke wajahnya lalu diam sampai bingkai terakhir.

PENGAMBILAN GAMBAR DAN ZONA AMAN — tegak 9:16 penuh, kamera setinggi mata, bingkai separuh badan atas sampai mejanya ikut kelihatan. Semua yang penting berada di bagian tengah bingkai, tidak menempel ke tepi kiri maupun kanan, supaya potongan 4:5 untuk feed tetap utuh. Bagian 14 persen paling atas dan 20 persen paling bawah dibiarkan lapang dari benda penting.

SUARA — suara perempuan Indonesia sekitar tiga puluh dua tahun, ramah, hangat, pelan dan jelas. Direkam dekat memakai mikrofon ponsel: jernih tapi kering, ada sedikit ruangan terdengar, tanpa gema tambahan dan tanpa poles siaran. Penekanan jatuh di kata aku yang nawarin, takut dibilang, dan mereka yang nyari. Ada tarikan napas kecil sebelum kalimat pertama.

MUSIK — ada tapi TIPIS sekali dan selalu jauh di bawah suaranya, tidak pernah putus dari detik 0,0 sampai 20,0, dan tidak terputus di potongan detik 10,0. Nada lembut berulang yang tetap tipis di belakang suaranya. Instrumental tanpa kata. Kalau musiknya menutupi satu suku kata pun, berarti terlalu keras.

SUASANA — daun tersapu angin, pagar besi tersenggol sekali, dan pagi di gang rumah. Biarkan bunyi-bunyi ini terdengar apa adanya, jangan dibersihkan.

BENDA YANG DILARANG — sepanjang klip tidak ada satu pun benda berlayar: tidak ada telepon genggam, tablet, komputer, maupun layar apa pun yang terlihat, dipegang, disentuh, dilihat, atau menyala. Tidak ada uang kertas, koin, nota, maupun angka. Tidak ada mesin jahit di dalam maupun di tepi bingkai. Tidak ada tulisan bergaya emas melengkung di benda apa pun. Semua permukaan benda polos: tanpa tulisan, tanpa tempelan, tanpa gambar cetakan.

PAGAR — tidak ada harga, angka, tanda mata uang, potongan harga, janji penghasilan, maupun klaim berlebihan yang disebutkan atau ditampilkan.

JANGAN — hanya ada SATU potongan yaitu di detik 10,0, tidak boleh ada potongan lain; orang, ruangan, sudut kamera, dan pakaiannya sama persis di dua bagian; tidak ada hasil rajutan jadi yang terlihat di bagian pertama; wajahnya tanpa penghalusan dan tanpa riasan tebal; gambarnya tetap agak burik dan tidak boleh dibikin bersih seperti iklan; label DULU dan SEKARANG berganti tepat di detik 10,0; headline terbaca utuh dari bingkai pertama sampai terakhir; tulisan ucapan dieja persis seperti daftarnya; kalimat pertama tuntas sebelum detik 3,0; bicaranya tetap pelan dan jelas, tidak dipercepat; kedua tangannya selalu di dalam bingkai; klipnya tetap adegan hidup sampai bingkai terakhir.
SETAHUN CUMA NIAT

RJUT-B08

Headline yang menempel di bingkai:
TAHUN LALU CUMA NIAT / TAHUN INI JALAN / bedanya cuma mulai atau nggak
DULU (0-10 dtk): meja kosong, cuma buku catatan tertutup
SEKARANG (10-20 dtk): meja penuh boneka rajut buah dan kantong kirim
Kenapa sudut ini: Yang paling mahal bukan membeli panduan, tapi setahun lagi berada di tempat yang sama. Kerugian terasa lebih tajam daripada keuntungan.
  1. 0,2-3,0 dtkTahun lalu aku cuma niat, terus berhenti.
  2. 3,0-6,6 dtkSetahun lewat begitu saja, dan keadaanku ya sama saja.
  3. 6,6-10,0 dtkTahun ini aku ikut panduan bergambar Mbak Dewi.
  4. 10,0-15,0 dtkBedanya cuma satu, tahun ini aku benar-benar mulai.
  5. 15,0-20,0 dtkAmigura Knit. Klik link di bawah sekarang.

39 kata · 118.2 kata/menit · hook 7 kata · prompt 10.071 karakter

Bikin satu video iklan tegak 9:16 (1080x1920) berdurasi tepat 20 detik yang terlihat seperti REKAMAN PONSEL SEADANYA yang direkam sendiri di rumah. Video ini punya DUA BAGIAN yang dipisah SATU potongan keras tepat di detik 10,0 — selain potongan itu tidak ada potongan lain sama sekali.

BAGIAN PERTAMA (detik 0,0 sampai 10,0) = DULU. BAGIAN KEDUA (detik 10,0 sampai 20,0) = SEKARANG. Orangnya, ruangannya, dan pakaiannya SAMA PERSIS di dua bagian — yang berubah hanya keadaan mejanya dan sikap badannya. Perbedaan dua bagian itu harus kelihatan dalam sekali lihat walaupun suaranya dimatikan.

TAMPILAN AGAK BURIK (ini disengaja, jangan diperbaiki) — hasilnya harus terlihat seperti video yang dikirim lewat aplikasi pesan: butiran sensor terlihat, ketajaman tidak merata, warna sedikit meleset ke kuning atau kebiruan, bagian jendela agak kelewat terang, fokus sempat mencari sebentar di awal lalu pas lagi, dan kamera bergoyang halus karena dipegang tangan. DILARANG terlihat seperti iklan studio, DILARANG bersih sempurna, DILARANG ada penghalusan wajah. Kalau hasilnya terlihat mahal dan rapi, berarti salah.

KUNCI TOKOH — perempuan Indonesia sekitar 44 tahun, wajahnya teduh dan enak dilihat, garis senyum halus, rambut hitam beruban tipis diikat rapi, tanpa riasan. Wajahnya memang enak dilihat dan menarik, tapi tampil apa adanya: tanpa riasan tebal, tanpa saringan kecantikan, tanpa penghalusan pori maupun pemutihan. Rambutnya rapi seadanya seperti orang di rumah. Wajah, rambut, bentuk badan, dan tangannya SAMA PERSIS di bagian pertama maupun bagian kedua.

KUNCI PAKAIAN — daster batik lengan pendek warna cokelat tua yang warnanya sudah pudar. Pakaian ini sama persis di dua bagian, tidak berubah warnanya maupun lipatannya.

KUNCI LATAR — ruang tengah rumah lama: kursi rotan berbantal polos, dinding cat krem kusam, lemari kayu tertutup, siang hari dengan cahaya jendela dari kiri. Ruangannya sama persis di dua bagian, diambil dari sudut yang sama, cahayanya sama. Tidak ada orang lain maupun hewan yang lewat kapan pun.

MEJA BAGIAN DULU — di atas meja rendah cuma ada satu buku catatan bersampul polos yang tertutup dan satu pena, tidak ada benang maupun hasil rajutan. Ini yang terlihat di bagian pertama, dan HANYA ini: tidak boleh ada satu pun hasil rajutan jadi yang terlihat di bagian pertama.

MEJA BAGIAN SEKARANG — di atas meja yang sama sekarang ada tujuh boneka rajut buah kecil yang sudah jadi rapi dan seragam, plus satu kantong kertas polos siap kirim. Ini yang terlihat di bagian kedua, muncul sekaligus tepat sesudah potongan di detik 10,0. Semua boneka rajut ini sudah jadi, rapi, dan jahitannya rapat.

TULISAN LABEL DI LAYAR — di bagian pertama ada satu kata tebal huruf besar "DULU" di pojok kiri atas layar, muncul sejak detik 0,0 dan hilang tepat di detik 10,0. Di bagian kedua ada satu kata tebal huruf besar "SEKARANG" di pojok kiri atas, muncul tepat di detik 10,0 dan bertahan sampai bingkai terakhir. Warnanya putih dengan garis tepi hitam tipis, ukurannya sedang, dan tidak pernah bertabrakan dengan tulisan lain.

ATURAN HEADLINE — tulisan headline yang menempel di bingkai tetap diam SEPANJANG SELURUH 20 DETIK, melewati potongan di detik 10,0 tanpa berubah sedikit pun: tidak memudar, tidak berpindah, tidak berganti ukuran, warna, maupun ejaan, dan masih terbaca utuh di bingkai terakhir. Huruf tebal rapat semuanya huruf besar, warna putih dengan bayangan gelap tipis, diletakkan di sepertiga atas tapi tidak menempel ke tepi atas. Bunyinya persis tiga baris ini: "TAHUN LALU CUMA NIAT" lalu "TAHUN INI JALAN" lalu baris ketiga huruf kecil miring "bedanya cuma mulai atau nggak".

TULISAN UCAPAN DI LAYAR — setiap kalimat yang dia ucapkan WAJIB ikut muncul sebagai tulisan di sepertiga bawah layar, muncul tepat saat kalimat itu mulai diucapkan dan hilang begitu kalimat itu selesai, satu kalimat satu tampilan, paling banyak dua baris, rata tengah, tidak menempel ke tepi bawah. Huruf tebal putih dengan garis tepi hitam tipis, letaknya jauh di bawah headline sehingga tidak pernah bertabrakan. Ejaannya wajib PERSIS huruf demi huruf seperti daftar ini, tanpa menambah, mengurangi, atau mengubah satu huruf pun, dan tanpa diterjemahkan:
detik 0,2 sampai 3,0 tertulis: "Tahun lalu aku cuma niat, terus berhenti."
detik 3,0 sampai 6,6 tertulis: "Setahun lewat begitu saja, dan keadaanku ya sama saja."
detik 6,6 sampai 10,0 tertulis: "Tahun ini aku ikut panduan bergambar Mbak Dewi."
detik 10,0 sampai 15,0 tertulis: "Bedanya cuma satu, tahun ini aku benar-benar mulai."
detik 15,0 sampai 20,0 tertulis: "Amigura Knit. Klik link di bawah sekarang."
Selain headline, label DULU dan SEKARANG, serta tulisan ucapan di bawah, tidak ada tulisan lain apa pun di layar, dan tidak ada angka maupun tanda mata uang.

CARA BICARA — dia bicara PELAN dan tenang, seperti orang bercerita ke satu teman, bukan pembawa acara dan bukan orang yang buru-buru. Sekitar 120 sampai 135 kata per menit. Justru karena pelan, tiap kata harus terdengar jelas dan tiap kalimat harus padat — tidak ada kata basa-basi, tidak ada "eee", tidak ada sapaan. Boleh ada jeda pendek sekali di antara kalimat, dan jeda itu diisi gerakan tangannya, bukan hening yang kosong.

HOOK TIGA DETIK — kalimat pertama sudah selesai diucapkan sebelum detik 3,0, dan kalimat itu harus menampar: pengakuan pendek yang jujur soal keadaan dirinya dulu. Klip juga sudah bergerak sejak detik nol, bukan pose diam menunggu aba-aba.

AKSI BERWAKTU DAN DIALOG:
detik 0,0 sampai 0,2: klip dibuka SUDAH BERGERAK. Dia sedang menepuk sampul buku catatan tertutup itu dua kali dengan telapak tangan. Kamera diam setinggi mata, cuma bergoyang halus di tangan.
detik 0,2 sampai 3,0 (HOOK, bagian DULU): Dia mendorong buku itu sedikit menjauh lalu menarik tangannya kembali. Sambil itu dia berkata pelan dan jelas, persis: "Tahun lalu aku cuma niat, terus berhenti." Kalimat ini wajib tuntas sebelum detik 3,0. Bibirnya menipis, dia menggeleng kecil pada dirinya sendiri. Kamera maju pelan sedikit sampai ketukan habis.
detik 3,0 sampai 6,6 (bagian DULU): Dia mengibaskan tangannya sekali seolah waktu berlalu begitu saja. Lalu dia berkata persis: "Setahun lewat begitu saja, dan keadaanku ya sama saja." Napasnya keluar panjang, bahunya turun. Kamera mundur sejengkal sampai mejanya ikut kelihatan penuh.
detik 6,6 sampai 10,0 (bagian DULU, mulai menyebut jalan keluarnya): Dia menggerakkan jarinya pelan di atas meja seperti mengikuti gambar langkah. Lalu dia berkata persis: "Tahun ini aku ikut panduan bergambar Mbak Dewi." Tatapannya jadi tenang dan terarah. Kamera turun ke tangannya sampai jari dan benangnya memenuhi bawah bingkai.
tepat di detik 10,0: SATU POTONGAN KERAS. Gambar berganti seketika ke bagian SEKARANG di ruangan dan sudut yang sama, tanpa gerak peralihan, tanpa pudar, tanpa putih menyilaukan.
detik 10,0 sampai 15,0 (bagian SEKARANG): Dia meluruskan barisan tujuh boneka buah rajut itu dengan satu jari. Lalu dia berkata persis: "Bedanya cuma satu, tahun ini aku benar-benar mulai." Sudut matanya melembut, dia mengangguk pelan. Kamera bergeser pelan ke samping, memperlihatkan sisi lain meja.
detik 15,0 sampai 20,0 (bagian SEKARANG, ajakan): Dia memasukkan boneka-boneka itu ke kantong kertas polos lalu menepuk kantongnya. Dia menunjuk ke BAWAH bingkai dua kali lalu ke arah lensa, seolah menunjuk tautan di bawah video, lalu berkata persis: "Amigura Knit. Klik link di bawah sekarang." Senyum kecil yang damai, ditahan sampai bingkai terakhir. Pose menunjuk itu ditahan sampai bingkai terakhir. Kamera maju menutup ke wajahnya lalu diam sampai bingkai terakhir.

PENGAMBILAN GAMBAR DAN ZONA AMAN — tegak 9:16 penuh, kamera setinggi mata, bingkai separuh badan atas sampai mejanya ikut kelihatan. Semua yang penting berada di bagian tengah bingkai, tidak menempel ke tepi kiri maupun kanan, supaya potongan 4:5 untuk feed tetap utuh. Bagian 14 persen paling atas dan 20 persen paling bawah dibiarkan lapang dari benda penting.

SUARA — suara perempuan Indonesia sekitar empat puluh empat tahun, tenang, berwibawa, sedikit serak, pelan dan jelas, tidak mengeluh. Direkam dekat memakai mikrofon ponsel: jernih tapi kering, ada sedikit ruangan terdengar, tanpa gema tambahan dan tanpa poles siaran. Penekanan jatuh di kata cuma niat, sama saja, dan mulai atau nggak. Ada tarikan napas kecil sebelum kalimat pertama.

MUSIK — ada tapi TIPIS sekali dan selalu jauh di bawah suaranya, tidak pernah putus dari detik 0,0 sampai 20,0, dan tidak terputus di potongan detik 10,0. Nada rendah berulang yang tenang dan tipis, tidak berubah sepanjang klip. Instrumental tanpa kata. Kalau musiknya menutupi satu suku kata pun, berarti terlalu keras.

SUASANA — derit kursi rotan, gesekan benang, dan sunyi siang di rumah lama. Biarkan bunyi-bunyi ini terdengar apa adanya, jangan dibersihkan.

BENDA YANG DILARANG — sepanjang klip tidak ada satu pun benda berlayar: tidak ada telepon genggam, tablet, komputer, maupun layar apa pun yang terlihat, dipegang, disentuh, dilihat, atau menyala. Tidak ada uang kertas, koin, nota, maupun angka. Tidak ada mesin jahit di dalam maupun di tepi bingkai. Tidak ada tulisan bergaya emas melengkung di benda apa pun. Semua permukaan benda polos: tanpa tulisan, tanpa tempelan, tanpa gambar cetakan.

PAGAR — tidak ada harga, angka, tanda mata uang, potongan harga, janji penghasilan, maupun klaim berlebihan yang disebutkan atau ditampilkan.

JANGAN — hanya ada SATU potongan yaitu di detik 10,0, tidak boleh ada potongan lain; orang, ruangan, sudut kamera, dan pakaiannya sama persis di dua bagian; tidak ada hasil rajutan jadi yang terlihat di bagian pertama; wajahnya tanpa penghalusan dan tanpa riasan tebal; gambarnya tetap agak burik dan tidak boleh dibikin bersih seperti iklan; label DULU dan SEKARANG berganti tepat di detik 10,0; headline terbaca utuh dari bingkai pertama sampai terakhir; tulisan ucapan dieja persis seperti daftarnya; kalimat pertama tuntas sebelum detik 3,0; bicaranya tetap pelan dan jelas, tidak dipercepat; kedua tangannya selalu di dalam bingkai; klipnya tetap adegan hidup sampai bingkai terakhir.
PANGGILAN LANGSUNG KE ORANGNYA

RJUT-B09

Headline yang menempel di bingkai:
BUAT KAMU / YANG DI RUMAH AJA / dikerjain sambil nunggu masakan
DULU (0-10 dtk): meja dapur kosong, cuma talenan dan lap
SEKARANG (10-20 dtk): talenan yang sama jadi alas boneka rajut sayur yang sudah jadi
Kenapa sudut ini: Iklan yang menyebut keadaan penonton dengan tepat terasa ditujukan khusus untuk dia, dan itu menahan jempol.
  1. 0,2-3,0 dtkIni buat kamu yang di rumah aja.
  2. 3,0-6,6 dtkPengen punya pemasukan tapi nggak bisa ninggalin dapur.
  3. 6,6-10,0 dtkPanduan Mbak Dewi bergambar, bisa disambi nunggu masakan.
  4. 10,0-15,0 dtkWaktu sisa yang dulu kebuang, sekarang jadi barang jadi.
  5. 15,0-20,0 dtkAmigura Knit. Klik link di bawah sekarang.

39 kata · 118.2 kata/menit · hook 7 kata · prompt 10.043 karakter

Bikin satu video iklan tegak 9:16 (1080x1920) berdurasi tepat 20 detik yang terlihat seperti REKAMAN PONSEL SEADANYA yang direkam sendiri di rumah. Video ini punya DUA BAGIAN yang dipisah SATU potongan keras tepat di detik 10,0 — selain potongan itu tidak ada potongan lain sama sekali.

BAGIAN PERTAMA (detik 0,0 sampai 10,0) = DULU. BAGIAN KEDUA (detik 10,0 sampai 20,0) = SEKARANG. Orangnya, ruangannya, dan pakaiannya SAMA PERSIS di dua bagian — yang berubah hanya keadaan mejanya dan sikap badannya. Perbedaan dua bagian itu harus kelihatan dalam sekali lihat walaupun suaranya dimatikan.

TAMPILAN AGAK BURIK (ini disengaja, jangan diperbaiki) — hasilnya harus terlihat seperti video yang dikirim lewat aplikasi pesan: butiran sensor terlihat, ketajaman tidak merata, warna sedikit meleset ke kuning atau kebiruan, bagian jendela agak kelewat terang, fokus sempat mencari sebentar di awal lalu pas lagi, dan kamera bergoyang halus karena dipegang tangan. DILARANG terlihat seperti iklan studio, DILARANG bersih sempurna, DILARANG ada penghalusan wajah. Kalau hasilnya terlihat mahal dan rapi, berarti salah.

KUNCI TOKOH — perempuan Indonesia sekitar 30 tahun, wajahnya cantik dan bersahaja, berjilbab pashmina warna cokelat muda dipakai sederhana, tanpa riasan tebal. Wajahnya memang enak dilihat dan menarik, tapi tampil apa adanya: tanpa riasan tebal, tanpa saringan kecantikan, tanpa penghalusan pori maupun pemutihan. Rambutnya rapi seadanya seperti orang di rumah. Wajah, rambut, bentuk badan, dan tangannya SAMA PERSIS di bagian pertama maupun bagian kedua.

KUNCI PAKAIAN — kaus lengan panjang warna cokelat muda polos dengan jilbab pashmina senada. Pakaian ini sama persis di dua bagian, tidak berubah warnanya maupun lipatannya.

KUNCI LATAR — dapur rumah biasa: dinding keramik putih polos, rak kayu terbuka berisi wadah polos, kompor menyala kecil di sudut belakang, siang hari dengan cahaya jendela kecil. Ruangannya sama persis di dua bagian, diambil dari sudut yang sama, cahayanya sama. Tidak ada orang lain maupun hewan yang lewat kapan pun.

MEJA BAGIAN DULU — di atas meja dapur cuma ada satu talenan kayu polos dan satu lap kain, tidak ada benang maupun hasil rajutan. Ini yang terlihat di bagian pertama, dan HANYA ini: tidak boleh ada satu pun hasil rajutan jadi yang terlihat di bagian pertama.

MEJA BAGIAN SEKARANG — di atas meja yang sama, talenan kayu itu sekarang jadi alas untuk lima boneka rajut sayur kecil yang sudah jadi rapi dan berdiri tegak. Ini yang terlihat di bagian kedua, muncul sekaligus tepat sesudah potongan di detik 10,0. Semua boneka rajut ini sudah jadi, rapi, dan jahitannya rapat.

TULISAN LABEL DI LAYAR — di bagian pertama ada satu kata tebal huruf besar "DULU" di pojok kiri atas layar, muncul sejak detik 0,0 dan hilang tepat di detik 10,0. Di bagian kedua ada satu kata tebal huruf besar "SEKARANG" di pojok kiri atas, muncul tepat di detik 10,0 dan bertahan sampai bingkai terakhir. Warnanya putih dengan garis tepi hitam tipis, ukurannya sedang, dan tidak pernah bertabrakan dengan tulisan lain.

ATURAN HEADLINE — tulisan headline yang menempel di bingkai tetap diam SEPANJANG SELURUH 20 DETIK, melewati potongan di detik 10,0 tanpa berubah sedikit pun: tidak memudar, tidak berpindah, tidak berganti ukuran, warna, maupun ejaan, dan masih terbaca utuh di bingkai terakhir. Huruf tebal rapat semuanya huruf besar, warna putih dengan bayangan gelap tipis, diletakkan di sepertiga atas tapi tidak menempel ke tepi atas. Bunyinya persis tiga baris ini: "BUAT KAMU" lalu "YANG DI RUMAH AJA" lalu baris ketiga huruf kecil miring "dikerjain sambil nunggu masakan".

TULISAN UCAPAN DI LAYAR — setiap kalimat yang dia ucapkan WAJIB ikut muncul sebagai tulisan di sepertiga bawah layar, muncul tepat saat kalimat itu mulai diucapkan dan hilang begitu kalimat itu selesai, satu kalimat satu tampilan, paling banyak dua baris, rata tengah, tidak menempel ke tepi bawah. Huruf tebal putih dengan garis tepi hitam tipis, letaknya jauh di bawah headline sehingga tidak pernah bertabrakan. Ejaannya wajib PERSIS huruf demi huruf seperti daftar ini, tanpa menambah, mengurangi, atau mengubah satu huruf pun, dan tanpa diterjemahkan:
detik 0,2 sampai 3,0 tertulis: "Ini buat kamu yang di rumah aja."
detik 3,0 sampai 6,6 tertulis: "Pengen punya pemasukan tapi nggak bisa ninggalin dapur."
detik 6,6 sampai 10,0 tertulis: "Panduan Mbak Dewi bergambar, bisa disambi nunggu masakan."
detik 10,0 sampai 15,0 tertulis: "Waktu sisa yang dulu kebuang, sekarang jadi barang jadi."
detik 15,0 sampai 20,0 tertulis: "Amigura Knit. Klik link di bawah sekarang."
Selain headline, label DULU dan SEKARANG, serta tulisan ucapan di bawah, tidak ada tulisan lain apa pun di layar, dan tidak ada angka maupun tanda mata uang.

CARA BICARA — dia bicara PELAN dan tenang, seperti orang bercerita ke satu teman, bukan pembawa acara dan bukan orang yang buru-buru. Sekitar 120 sampai 135 kata per menit. Justru karena pelan, tiap kata harus terdengar jelas dan tiap kalimat harus padat — tidak ada kata basa-basi, tidak ada "eee", tidak ada sapaan. Boleh ada jeda pendek sekali di antara kalimat, dan jeda itu diisi gerakan tangannya, bukan hening yang kosong.

HOOK TIGA DETIK — kalimat pertama sudah selesai diucapkan sebelum detik 3,0, dan kalimat itu harus menampar: pengakuan pendek yang jujur soal keadaan dirinya dulu. Klip juga sudah bergerak sejak detik nol, bukan pose diam menunggu aba-aba.

AKSI BERWAKTU DAN DIALOG:
detik 0,0 sampai 0,2: klip dibuka SUDAH BERGERAK. Dia sedang menunjuk lurus ke lensa dengan satu tangan sambil badannya setengah berbalik dari kompor. Kamera diam setinggi mata, cuma bergoyang halus di tangan.
detik 0,2 sampai 3,0 (HOOK, bagian DULU): Dia menurunkan tangan yang menunjuk itu lalu menepuk meja dapur sekali. Sambil itu dia berkata pelan dan jelas, persis: "Ini buat kamu yang di rumah aja." Kalimat ini wajib tuntas sebelum detik 3,0. Tatapannya lurus dan mengajak, alisnya naik sekali. Kamera maju pelan sedikit sampai ketukan habis.
detik 3,0 sampai 6,6 (bagian DULU): Dia menoleh ke kompor di belakang lalu kembali ke lensa dan mengangkat bahu. Lalu dia berkata persis: "Pengen punya pemasukan tapi nggak bisa ninggalin dapur." Bibirnya mengerucut sebentar, kepalanya miring. Kamera bergeser pelan ke samping, memperlihatkan sisi lain meja.
detik 6,6 sampai 10,0 (bagian DULU, mulai menyebut jalan keluarnya): Dia menggerakkan dua jarinya pelan seperti membuat simpul di udara. Lalu dia berkata persis: "Panduan Mbak Dewi bergambar, bisa disambi nunggu masakan." Matanya fokus, tenang. Kamera turun ke tangannya sampai jari dan benangnya memenuhi bawah bingkai.
tepat di detik 10,0: SATU POTONGAN KERAS. Gambar berganti seketika ke bagian SEKARANG di ruangan dan sudut yang sama, tanpa gerak peralihan, tanpa pudar, tanpa putih menyilaukan.
detik 10,0 sampai 15,0 (bagian SEKARANG): Dia menegakkan lima boneka sayur rajut itu berjajar di atas talenan kayu. Lalu dia berkata persis: "Waktu sisa yang dulu kebuang, sekarang jadi barang jadi." Senyumnya keluar, bangga. Kamera mundur sejengkal sampai mejanya ikut kelihatan penuh.
detik 15,0 sampai 20,0 (bagian SEKARANG, ajakan): Dia mengangkat talenan berisi boneka itu ke depan lensa lalu menahannya. Dia menunjuk ke BAWAH bingkai dua kali lalu ke arah lensa, seolah menunjuk tautan di bawah video, lalu berkata persis: "Amigura Knit. Klik link di bawah sekarang." Senyum ramah yang lebar, ditahan sampai bingkai terakhir. Pose menunjuk itu ditahan sampai bingkai terakhir. Kamera maju menutup ke wajahnya lalu diam sampai bingkai terakhir.

PENGAMBILAN GAMBAR DAN ZONA AMAN — tegak 9:16 penuh, kamera setinggi mata, bingkai separuh badan atas sampai mejanya ikut kelihatan. Semua yang penting berada di bagian tengah bingkai, tidak menempel ke tepi kiri maupun kanan, supaya potongan 4:5 untuk feed tetap utuh. Bagian 14 persen paling atas dan 20 persen paling bawah dibiarkan lapang dari benda penting.

SUARA — suara perempuan Indonesia sekitar tiga puluh tahun, akrab, hangat, pelan dan jelas seperti menyapa langsung. Direkam dekat memakai mikrofon ponsel: jernih tapi kering, ada sedikit ruangan terdengar, tanpa gema tambahan dan tanpa poles siaran. Penekanan jatuh di kata buat kamu, nggak bisa ninggalin, dan waktu sisa. Ada tarikan napas kecil sebelum kalimat pertama.

MUSIK — ada tapi TIPIS sekali dan selalu jauh di bawah suaranya, tidak pernah putus dari detik 0,0 sampai 20,0, dan tidak terputus di potongan detik 10,0. Ketukan lembut berulang yang tetap tipis di belakang suaranya. Instrumental tanpa kata. Kalau musiknya menutupi satu suku kata pun, berarti terlalu keras.

SUASANA — masakan mendidih pelan dari belakang, gesekan benang, dan dapur yang hidup. Biarkan bunyi-bunyi ini terdengar apa adanya, jangan dibersihkan.

BENDA YANG DILARANG — sepanjang klip tidak ada satu pun benda berlayar: tidak ada telepon genggam, tablet, komputer, maupun layar apa pun yang terlihat, dipegang, disentuh, dilihat, atau menyala. Tidak ada uang kertas, koin, nota, maupun angka. Tidak ada mesin jahit di dalam maupun di tepi bingkai. Tidak ada tulisan bergaya emas melengkung di benda apa pun. Semua permukaan benda polos: tanpa tulisan, tanpa tempelan, tanpa gambar cetakan.

PAGAR — tidak ada harga, angka, tanda mata uang, potongan harga, janji penghasilan, maupun klaim berlebihan yang disebutkan atau ditampilkan.

JANGAN — hanya ada SATU potongan yaitu di detik 10,0, tidak boleh ada potongan lain; orang, ruangan, sudut kamera, dan pakaiannya sama persis di dua bagian; tidak ada hasil rajutan jadi yang terlihat di bagian pertama; wajahnya tanpa penghalusan dan tanpa riasan tebal; gambarnya tetap agak burik dan tidak boleh dibikin bersih seperti iklan; label DULU dan SEKARANG berganti tepat di detik 10,0; headline terbaca utuh dari bingkai pertama sampai terakhir; tulisan ucapan dieja persis seperti daftarnya; kalimat pertama tuntas sebelum detik 3,0; bicaranya tetap pelan dan jelas, tidak dipercepat; kedua tangannya selalu di dalam bingkai; klipnya tetap adegan hidup sampai bingkai terakhir.
PEMBALIKAN — yang menertawakan ikut mengerjakan

RJUT-B10

Headline yang menempel di bingkai:
DIA DULU KETAWA / SEKARANG IKUT NGERAJUT / pesanannya dibagi berdua
DULU (0-10 dtk): meja kosong, cuma satu hakpen tergeletak sendirian
SEKARANG (10-20 dtk): dua hakpen bersebelahan dan boneka rajut hasil kerja berdua
Kenapa sudut ini: Cerita yang membalik ejekan jadi kerja sama enak ditonton sampai habis, dan membuka pasar laki-laki sekaligus.
  1. 0,2-3,0 dtkDulu aku yang ketawain istriku waktu ngerajut.
  2. 3,0-6,6 dtkKataku itu kerjaan ibu-ibu yang lagi nganggur di rumah.
  3. 6,6-10,0 dtkSekarang kami ikut panduan Mbak Dewi berdua dari nol.
  4. 10,0-15,0 dtkHakpennya sekarang dua, dan pesanannya kami bagi berdua.
  5. 15,0-20,0 dtkAmigura Knit. Klik link di bawah sekarang.

40 kata · 121.2 kata/menit · hook 7 kata · prompt 10.084 karakter

Bikin satu video iklan tegak 9:16 (1080x1920) berdurasi tepat 20 detik yang terlihat seperti REKAMAN PONSEL SEADANYA yang direkam sendiri di rumah. Video ini punya DUA BAGIAN yang dipisah SATU potongan keras tepat di detik 10,0 — selain potongan itu tidak ada potongan lain sama sekali.

BAGIAN PERTAMA (detik 0,0 sampai 10,0) = DULU. BAGIAN KEDUA (detik 10,0 sampai 20,0) = SEKARANG. Orangnya, ruangannya, dan pakaiannya SAMA PERSIS di dua bagian — yang berubah hanya keadaan mejanya dan sikap badannya. Perbedaan dua bagian itu harus kelihatan dalam sekali lihat walaupun suaranya dimatikan.

TAMPILAN AGAK BURIK (ini disengaja, jangan diperbaiki) — hasilnya harus terlihat seperti video yang dikirim lewat aplikasi pesan: butiran sensor terlihat, ketajaman tidak merata, warna sedikit meleset ke kuning atau kebiruan, bagian jendela agak kelewat terang, fokus sempat mencari sebentar di awal lalu pas lagi, dan kamera bergoyang halus karena dipegang tangan. DILARANG terlihat seperti iklan studio, DILARANG bersih sempurna, DILARANG ada penghalusan wajah. Kalau hasilnya terlihat mahal dan rapi, berarti salah.

KUNCI TOKOH — laki-laki Indonesia sekitar 33 tahun, wajahnya ganteng dan bersih, rahang tegas, rambut hitam pendek rapi, kumis tipis, badan tegap, tanpa poles. Wajahnya memang enak dilihat dan menarik, tapi tampil apa adanya: tanpa riasan tebal, tanpa saringan kecantikan, tanpa penghalusan pori maupun pemutihan. Rambutnya rapi seadanya seperti orang di rumah. Wajah, rambut, bentuk badan, dan tangannya SAMA PERSIS di bagian pertama maupun bagian kedua.

KUNCI PAKAIAN — kaus oblong warna abu-abu tua polos berlengan pendek. Pakaian ini sama persis di dua bagian, tidak berubah warnanya maupun lipatannya.

KUNCI LATAR — ruang tengah rumah biasa: karpet polos, meja rendah kayu, sofa kain cokelat, dinding cat krem, malam hari dengan lampu ruangan kuning hangat. Ruangannya sama persis di dua bagian, diambil dari sudut yang sama, cahayanya sama. Tidak ada orang lain maupun hewan yang lewat kapan pun.

MEJA BAGIAN DULU — di atas meja rendah cuma ada satu hakpen kecil yang tergeletak sendirian, tidak ada benang maupun hasil rajutan sama sekali. Ini yang terlihat di bagian pertama, dan HANYA ini: tidak boleh ada satu pun hasil rajutan jadi yang terlihat di bagian pertama.

MEJA BAGIAN SEKARANG — di atas meja yang sama sekarang ada dua hakpen berbeda ukuran bersebelahan, tiga gulung benang, dan enam boneka rajut beruang kecil yang sudah jadi rapi dan seragam. Ini yang terlihat di bagian kedua, muncul sekaligus tepat sesudah potongan di detik 10,0. Semua boneka rajut ini sudah jadi, rapi, dan jahitannya rapat.

TULISAN LABEL DI LAYAR — di bagian pertama ada satu kata tebal huruf besar "DULU" di pojok kiri atas layar, muncul sejak detik 0,0 dan hilang tepat di detik 10,0. Di bagian kedua ada satu kata tebal huruf besar "SEKARANG" di pojok kiri atas, muncul tepat di detik 10,0 dan bertahan sampai bingkai terakhir. Warnanya putih dengan garis tepi hitam tipis, ukurannya sedang, dan tidak pernah bertabrakan dengan tulisan lain.

ATURAN HEADLINE — tulisan headline yang menempel di bingkai tetap diam SEPANJANG SELURUH 20 DETIK, melewati potongan di detik 10,0 tanpa berubah sedikit pun: tidak memudar, tidak berpindah, tidak berganti ukuran, warna, maupun ejaan, dan masih terbaca utuh di bingkai terakhir. Huruf tebal rapat semuanya huruf besar, warna putih dengan bayangan gelap tipis, diletakkan di sepertiga atas tapi tidak menempel ke tepi atas. Bunyinya persis tiga baris ini: "DIA DULU KETAWA" lalu "SEKARANG IKUT NGERAJUT" lalu baris ketiga huruf kecil miring "pesanannya dibagi berdua".

TULISAN UCAPAN DI LAYAR — setiap kalimat yang dia ucapkan WAJIB ikut muncul sebagai tulisan di sepertiga bawah layar, muncul tepat saat kalimat itu mulai diucapkan dan hilang begitu kalimat itu selesai, satu kalimat satu tampilan, paling banyak dua baris, rata tengah, tidak menempel ke tepi bawah. Huruf tebal putih dengan garis tepi hitam tipis, letaknya jauh di bawah headline sehingga tidak pernah bertabrakan. Ejaannya wajib PERSIS huruf demi huruf seperti daftar ini, tanpa menambah, mengurangi, atau mengubah satu huruf pun, dan tanpa diterjemahkan:
detik 0,2 sampai 3,0 tertulis: "Dulu aku yang ketawain istriku waktu ngerajut."
detik 3,0 sampai 6,6 tertulis: "Kataku itu kerjaan ibu-ibu yang lagi nganggur di rumah."
detik 6,6 sampai 10,0 tertulis: "Sekarang kami ikut panduan Mbak Dewi berdua dari nol."
detik 10,0 sampai 15,0 tertulis: "Hakpennya sekarang dua, dan pesanannya kami bagi berdua."
detik 15,0 sampai 20,0 tertulis: "Amigura Knit. Klik link di bawah sekarang."
Selain headline, label DULU dan SEKARANG, serta tulisan ucapan di bawah, tidak ada tulisan lain apa pun di layar, dan tidak ada angka maupun tanda mata uang.

CARA BICARA — dia bicara PELAN dan tenang, seperti orang bercerita ke satu teman, bukan pembawa acara dan bukan orang yang buru-buru. Sekitar 120 sampai 135 kata per menit. Justru karena pelan, tiap kata harus terdengar jelas dan tiap kalimat harus padat — tidak ada kata basa-basi, tidak ada "eee", tidak ada sapaan. Boleh ada jeda pendek sekali di antara kalimat, dan jeda itu diisi gerakan tangannya, bukan hening yang kosong.

HOOK TIGA DETIK — kalimat pertama sudah selesai diucapkan sebelum detik 3,0, dan kalimat itu harus menampar: pengakuan pendek yang jujur soal keadaan dirinya dulu. Klip juga sudah bergerak sejak detik nol, bukan pose diam menunggu aba-aba.

AKSI BERWAKTU DAN DIALOG:
detik 0,0 sampai 0,2: klip dibuka SUDAH BERGERAK. Dia sedang menyentil hakpen kecil itu pelan sampai berputar di meja. Kamera diam setinggi mata, cuma bergoyang halus di tangan.
detik 0,2 sampai 3,0 (HOOK, bagian DULU): Dia mengangkat hakpen itu dengan dua jari lalu menaruhnya kembali sambil mengangkat alis. Sambil itu dia berkata pelan dan jelas, persis: "Dulu aku yang ketawain istriku waktu ngerajut." Kalimat ini wajib tuntas sebelum detik 3,0. Dia menahan senyum, matanya jahil. Kamera turun ke tangannya sampai jari dan benangnya memenuhi bawah bingkai.
detik 3,0 sampai 6,6 (bagian DULU): Dia tertawa kecil sekali lalu mengibaskan tangan seolah mengulang ejekannya dulu. Lalu dia berkata persis: "Kataku itu kerjaan ibu-ibu yang lagi nganggur di rumah." Dia tertawa kecil lalu menggeleng. Kamera maju pelan sedikit sampai ketukan habis.
detik 6,6 sampai 10,0 (bagian DULU, mulai menyebut jalan keluarnya): Dia menggerakkan jarinya pelan seperti mencoba membuat simpul pertama. Lalu dia berkata persis: "Sekarang kami ikut panduan Mbak Dewi berdua dari nol." Tatapannya turun ke tangannya, serius. Kamera bergeser pelan ke samping, memperlihatkan sisi lain meja.
tepat di detik 10,0: SATU POTONGAN KERAS. Gambar berganti seketika ke bagian SEKARANG di ruangan dan sudut yang sama, tanpa gerak peralihan, tanpa pudar, tanpa putih menyilaukan.
detik 10,0 sampai 15,0 (bagian SEKARANG): Dia menggeser enam boneka beruang rajut itu ke tengah lalu menaruh dua hakpen bersebelahan di depannya. Lalu dia berkata persis: "Hakpennya sekarang dua, dan pesanannya kami bagi berdua." Sudut bibirnya naik lebar, bangga. Kamera mundur sejengkal sampai mejanya ikut kelihatan penuh.
detik 15,0 sampai 20,0 (bagian SEKARANG, ajakan): Dia mengangkat satu boneka dengan tangan besarnya lalu menahannya di depan bahunya. Dia menunjuk ke BAWAH bingkai dua kali lalu ke arah lensa, seolah menunjuk tautan di bawah video, lalu berkata persis: "Amigura Knit. Klik link di bawah sekarang." Senyum lebar yang hangat, ditahan sampai bingkai terakhir. Pose menunjuk itu ditahan sampai bingkai terakhir. Kamera maju menutup ke wajahnya lalu diam sampai bingkai terakhir.

PENGAMBILAN GAMBAR DAN ZONA AMAN — tegak 9:16 penuh, kamera setinggi mata, bingkai separuh badan atas sampai mejanya ikut kelihatan. Semua yang penting berada di bagian tengah bingkai, tidak menempel ke tepi kiri maupun kanan, supaya potongan 4:5 untuk feed tetap utuh. Bagian 14 persen paling atas dan 20 persen paling bawah dibiarkan lapang dari benda penting.

SUARA — suara laki-laki Indonesia sekitar tiga puluh tiga tahun, berat, tenang, apa adanya, pelan dan jelas. Direkam dekat memakai mikrofon ponsel: jernih tapi kering, ada sedikit ruangan terdengar, tanpa gema tambahan dan tanpa poles siaran. Penekanan jatuh di kata aku ketawa, kerjaan ibu-ibu, dan dibagi berdua. Ada tarikan napas kecil sebelum kalimat pertama.

MUSIK — ada tapi TIPIS sekali dan selalu jauh di bawah suaranya, tidak pernah putus dari detik 0,0 sampai 20,0, dan tidak terputus di potongan detik 10,0. Nada ringan berulang yang tipis dan tetap di belakang suaranya. Instrumental tanpa kata. Kalau musiknya menutupi satu suku kata pun, berarti terlalu keras.

SUASANA — gesekan benang, sofa berderit sekali, dan malam yang tenang di rumah. Biarkan bunyi-bunyi ini terdengar apa adanya, jangan dibersihkan.

BENDA YANG DILARANG — sepanjang klip tidak ada satu pun benda berlayar: tidak ada telepon genggam, tablet, komputer, maupun layar apa pun yang terlihat, dipegang, disentuh, dilihat, atau menyala. Tidak ada uang kertas, koin, nota, maupun angka. Tidak ada mesin jahit di dalam maupun di tepi bingkai. Tidak ada tulisan bergaya emas melengkung di benda apa pun. Semua permukaan benda polos: tanpa tulisan, tanpa tempelan, tanpa gambar cetakan.

PAGAR — tidak ada harga, angka, tanda mata uang, potongan harga, janji penghasilan, maupun klaim berlebihan yang disebutkan atau ditampilkan.

JANGAN — hanya ada SATU potongan yaitu di detik 10,0, tidak boleh ada potongan lain; orang, ruangan, sudut kamera, dan pakaiannya sama persis di dua bagian; tidak ada hasil rajutan jadi yang terlihat di bagian pertama; wajahnya tanpa penghalusan dan tanpa riasan tebal; gambarnya tetap agak burik dan tidak boleh dibikin bersih seperti iklan; label DULU dan SEKARANG berganti tepat di detik 10,0; headline terbaca utuh dari bingkai pertama sampai terakhir; tulisan ucapan dieja persis seperti daftarnya; kalimat pertama tuntas sebelum detik 3,0; bicaranya tetap pelan dan jelas, tidak dipercepat; kedua tangannya selalu di dalam bingkai; klipnya tetap adegan hidup sampai bingkai terakhir.